Seruan ini ditegaskan oleh Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (KKMB UINAM). Sebagai lokomotif intelektual muda daerah, KKMB UINAM menuntut pemerintah untuk mengembalikan marwah pembangunan pada tiga pilar utama: keadilan, keberpihakan pada rakyat, dan keberlanjutan lingkungan.
Pembangunan Bukan Sekadar Angka dan Fisik
Ketua Umum KKMB UINAM, Supardi, menyatakan bahwa pada usia ke-66, Bulukumba harus menunjukkan kematangan dalam membaca realitas sosial. Ia menggarisbawahi adanya kesenjangan antara capaian statistik dengan fakta di lapangan.
"Hari Jadi Bulukumba bukan soal angka usia, tapi soal sejauh mana kehadiran negara dirasakan rakyat. Kita menyaksikan pembangunan fisik terus melaju, namun di saat yang sama, akses pelayanan publik masih timpang dan suara masyarakat seringkali terabaikan dalam ruang pengambilan kebijakan," tegas Supardi.
Menjaga "Ruang Hidup": Pesisir dan Daratan dalam Ancaman
Sebagai daerah dengan identitas maritim yang kuat, Bulukumba menghadapi tantangan besar dalam melindungi ruang hidup nelayan kecil. KKMB UINAM menyoroti bahwa laut dan pesisir bukan sekadar aset geografis, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat.
- Sektor Maritim: Nelayan kecil masih terjebak dalam ketidakpastian ekonomi dan keterbatasan perlindungan ruang tangkap.
- Sektor Daratan: Tekanan terhadap alam dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali mengancam relasi kultural masyarakat dengan tanah leluhurnya.
"Membangun dengan merusak lingkungan sama saja dengan mewariskan bencana bagi generasi mendatang. Kita tidak boleh memoles permukaan sementara akar persoalan lingkungan dibiarkan membusuk," tambah Supardi.
Menuntut Partisipasi yang Bermakna
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah partisipasi publik yang seringkali hanya menjadi formalitas administratif. KKMB UINAM mendesak pemerintah untuk melibatkan organisasi kedaerahan secara substantif, bukan sekadar pelengkap momentum seremonial.
Pilar Perbaikan yang Didorong KKMB UINAM:
- Transparansi Pelayanan Publik: Memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif terhadap keluhan warga.
- Kedaulatan Ruang Hidup: Memberikan perlindungan hukum bagi wilayah kelola rakyat di pesisir dan daratan.
- Dialog Setara: Membuka ruang diskusi antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat adat dalam perencanaan pembangunan.
Penutup: Kritik sebagai Bukti Cinta
Kritik yang dilontarkan KKMB UINAM merupakan bentuk tanggung jawab moral dan rasa cinta terhadap tanah kelahiran. Mereka berharap pemerintah daerah mampu menerima energi korektif ini untuk memastikan Bulukumba tumbuh tanpa kehilangan jati diri dan kearifan lokalnya.
Selamat Hari Jadi Kabupaten Bulukumba ke-66. Saatnya menata masa depan yang berkarakter, di mana pembangunan tidak menjauhkan rakyat dari tanah dan lautnya, melainkan memuliakan mereka di dalamnya.



