Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Sejumlah Siswa SMAN 6 Bulukumba Dilarikan ke Puskesmas

Sabtu, 31 Januari 2026 | 13.05 WIB Last Updated 2026-01-31T06:05:31Z



SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba tengah menjadi sorotan. Sejumlah siswa SMA Negeri 6 Bulukumba dilaporkan harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Tanuntung, Kecamatan Herlang, setelah diduga mengalami keracunan makanan pada Kamis (28/01/2026).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media SIMPULINDONESIA.com, kejadian bermula saat salah seorang siswa dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) dengan keluhan sakit perut hebat dan diare.


Kepala Puskesmas Herlang mengonfirmasi bahwa hingga saat ini terdapat total tiga siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis.



"Memang betul ada satu orang siswa SMA 6 Bulukumba yang masuk di UGD Puskesmas Herlang hari Kamis dengan keluhan sakit perut dan diare. Pasien tersebut sudah dipulangkan kemarin pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Namun, tadi malam bertambah lagi dua orang siswa yang masuk dengan gejala serupa," terang Kepala Puskesmas Herlang saat dikonfirmasi.



Selanjutnya, Pihak Puskesmas belum bisa memastikan apakah penyebab pasti diare massal ini murni berasal dari konsumsi program Makanan Bergizi Gratis. Saat ini, Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bulukumba telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi mendalam.


"Untuk memastikan penyebabnya, Tim Dinkes sudah melakukan penelusuran dan investigasi sejak kemarin. Informasi lebih lanjut bisa berkoordinasi langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan," tambahnya.


Sorotan Pemuda: Evaluasi Standar BGN

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari tokoh pemuda setempat. Suandi, salah seorang pemuda Kecamatan Herlang, menyatakan keprihatinannya atas insiden yang menimpa para pelajar tersebut.


Menurut Suandi, program yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) seharusnya memiliki sistem pengawasan kualitas (quality control) yang sangat ketat, mengingat sasarannya adalah kesehatan generasi muda.


Sorotan Suandi terkait peristiwa ini:

  • Keamanan Pangan adalah Mutlak: Suandi menekankan bahwa tujuan utama BGN adalah menurunkan angka stunting dan meningkatkan kecerdasan siswa. Kejadian ini menjadi kontradiksi jika standar higienitas di lapangan tidak diawasi secara berkala.
  • Transparansi Vendor: Ia meminta pihak terkait untuk mengevaluasi penyedia jasa boga (vendor) yang menyalurkan makanan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.
  • Respons Cepat Pemerintah: Ia mengapresiasi langkah Dinkes, namun menuntut hasil laboratorium segera diumumkan secara transparan kepada publik untuk menghindari keresahan orang tua siswa.


"Program ini sangat baik dan mulia tujuannya, namun eksekusi di lapangan tidak boleh main-main. Nyawa dan kesehatan adik-adik kita di SMA 6 Bulukumba adalah taruhannya. Kami meminta BGN dan Dinkes memastikan standar operasional prosedur (SOP) penyajian makanan benar-benar steril," tegas Suandi.


Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji sampel makanan untuk menentukan langkah selanjutnya.


×
Berita Terbaru Update