Janji Manis yang Menyesatkan
Fenomena judi online sering kali dikemas dengan narasi "cuan cepat" dan hiburan yang seru. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan pola yang jauh berbeda. Polri mengungkapkan bahwa sistem dalam judi online telah diatur sedemikian rupa sehingga peluang menang bagi pemain sangatlah kecil.
"Main judol kelihatannya seru dan menjanjikan keuntungan instan. Padahal kenyatannya, yang selalu menang adalah bandar. Pemain hanya diberikan kemenangan kecil di awal sebagai pancingan agar mereka kecanduan," tulis keterangan dalam saluran Humas Polri
Dampak Sistemik: Harta, Waktu, dan Masa Depan
Bukan sekadar kerugian materi, judi online dipandang sebagai ancaman serius bagi ketahanan sosial masyarakat. Berikut adalah tiga dampak utama yang disoroti:
- Kerugian Finansial: Menguras tabungan, memicu jeratan pinjaman online ilegal, hingga kebangkrutan.
- Kesehatan Mental: Sifatnya yang adiktif memicu depresi, kecemasan berlebih, hingga rusaknya hubungan keluarga.
- Ancaman Pidana: Selain merugikan diri sendiri, pelaku judi online juga terancam jeratan hukum sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Komitmen Polri PRESISI
Melalui program PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan), Polri mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Pesan utamanya sangat jelas: Mari Bijak Demi Masa Depan.
"Ingat baik-baik, main judol pasti rugi. Stop sekarang sebelum menyesal belakangan. Lindungi diri Anda dan keluarga dari lingkaran setan perjudian," tegas himbauan tersebut
Masyarakat juga diminta untuk aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait sindikat judi online di lingkungan mereka demi menjaga kondusivitas nasional.



