Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Refleksi 66 Tahun Bulukumba: Meneguhkan Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan

Senin, 02 Februari 2026 | 15.19 WIB Last Updated 2026-02-02T08:19:03Z

Gambar:Saiful Alief Subarkah (Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multi Media)

Opini 
Oleh: Saiful Alief Subarka (Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multi Media 

SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,- 4 Februari 2026 – Momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Bulukumba tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial tahunan. Lebih dari itu, usia ke-66 menjadi tonggak krusial untuk merefleksikan perjalanan panjang daerah dalam memadukan modernitas dengan nilai luhur yang telah mengakar kuat di Bumi Panrita Lopi.

Menjaga Identitas di Tengah Arus Zaman

Pembangunan Kabupaten Bulukumba selama enam dekade terakhir telah membuktikan bahwa kemajuan fisik harus berjalan beriringan dengan penguatan jati diri. Nilai-nilai kearifan lokal, mulai dari keteguhan masyarakat adat Kajang hingga etos kerja kemaritiman yang melegenda, menjadi fondasi utama karakter masyarakat Bulukumba: Berani, Jujur, dan Teguh Budaya.


Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Bulukumba, Saiful Alief Subarkah, menekankan bahwa indikator keberhasilan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi atau megahnya infrastruktur.


"Pembangunan sejati adalah tentang kualitas manusia. Kita butuh masyarakat yang kokoh secara karakter, berdaya saing global, namun tetap bijak memegang akar budayanya di tengah disrupsi zaman," ujar Saiful dalam catatan refleksinya.


Peran Strategis Media dan Keberlanjutan

Sebagai nakhoda FPRMI Bulukumba, Saiful menyoroti peran vital media massa sebagai pilar keempat demokrasi dalam mengawal narasi pembangunan. Menurutnya, pembangunan berkarakter dan keberlanjutan (sustainability) adalah dua hal yang saling mengunci.


Media memiliki tanggung jawab moral untuk:

Mencerdaskan Publik: Menjadi jembatan informasi yang akurat dan edukatif.

Kontrol Sosial: Menyediakan ruang kritik yang konstruktif demi perbaikan kebijakan.

Katalisator Optimisme: Menjadi saluran inspirasi yang menumbuhkan harapan kolektif.

 

"Di era digital yang serba cepat, tantangan terbesar insan media adalah menjaga integritas dan etika. Kita harus memastikan pembangunan hari ini tidak mengorbankan kepentingan generasi mendatang," tambahnya.


Mempersiapkan Generasi Penerus

Konsep keberlanjutan yang diusung bukan hanya soal pelestarian lingkungan, melainkan juga kesinambungan nilai dan pengetahuan. Bulukumba masa depan bergantung pada kesiapan generasi muda yang kritis, melek informasi, dan sadar akan perannya sebagai pewaris daerah.


Menutup refleksinya, Saiful mengajak seluruh elemen pemerintah, masyarakat, dan insan pers untuk memperkuat kolaborasi. Sinergi ini diperlukan untuk mengawal kebijakan secara objektif demi mewujudkan visi Bulukumba yang maju dan lestari.


"Dirgahayu Kabupaten Bulukumba ke-66. Mari kita wujudkan Bulukumba Berkarakter, Bulukumba Berkelanjutan."

×
Berita Terbaru Update