Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

KM Murah Rezeki Bermutan Pasir Timah Diamankan di Pos AL Pangkalbalam 'Jangan Jadikan ABK Jadi Tumbal...!!'

Rabu, 14 Januari 2026 | 17.38 WIB Last Updated 2026-01-14T10:38:44Z


SIMPULINDONESIA.com_ BANGKA_ Kabar penyelundupan pasir timah sekitar ±25 ton di Kota Pangkalpinang kembali menghebohksn publik di awal tahun 2026 ini. 

Sementara fakta di lapangan menyebutkan jumlah barang yang akan diselundupkan jauh dari dugaan yang sebenarnya, karena bukan sebanyak 25 Ton. Tapi disebut-sebut dugaan bisa mencapai kurang lebih 200 Ton pasir timah.

Namun, hingga kini kepastian jumlah pasti muatan tersebut belum diketahui secara jelas.

Teranyar, pasir timah yang diduga ilegal tersebut disusupi didalam sebuah kapal bernama KM Murah Rezeki dan rencana nya akan diselundupkan dari Tanjung Krasak dibawa ke Malaysia

Penyelundupan itu berhasil digagalkan dan diamankan oleh Tim gabungan dari TNI Angkatan Laut, Bea Cukai, dan KSOP. KM Murah Rezeki diigiring ke Pos TNI AL Pangkalbalam.

Saat ini pasir timah diduga ilegal berikut kapal KM Murah Rezeki telah diamankan di kawasan Pos TNI AL Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Rabu (14/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, di sekitar kapal KM Murah Rezeki terlihat dua unit kapal patroli berwarna hitam-putih yang diduga merupakan kapal patroli milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kantor KPPC Tipe C Pangkalpinang.

Kedua kapal patroli tersebut tampak bersandar di sisi kapal KM Murah Rezeki yang diamankan.
Meski demikian, hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak terkait. 

Baik petugas Bea dan Cukai, TNI AL, maupun otoritas Pelabuhan Pangkalbalam yang berada di lokasi hingga saat ini tidak memberikan penjelasan mengenai proses pengamanan kapal tersebut. Seluruh pihak lebih memilih bungkam.

Sementara, sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) dikabarkan telah diamankan di kantor Bea Cukai Pangkalpinang untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Indikasi diduga keterlibatan Bea Cukai terlihat dari terpasangnya stiker berlambang Bea Cukai Pangkalpinang pada badan kapal KM Murah Rezeki

Namun demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti pihak mana yang melakukan penangkapan, serta siapa pemilik pasir timah yang diangkut kapal tersebut.

Redaksi SimpulIndonesia.com masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi berwenang guna memperoleh kejelasan mengenai status penangkapan, kepemilikan muatan, serta dasar hukum penindakan kapal tersebut.

Perkembangan informasi akan terus diperbarui sesuai dengan keterangan resmi yang diperoleh.

Tentunya, dengan terjadinya skandal penyelundupan pasir timah ini kembali mencoreng wajah penegakan hukum di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Jika ini benar, maka bukan lah sekadar penyelundupan biasa-biasa saja melainkan operasi besar terbilang berskala mafia. Karena dengan nilai ekonomis puluhan miliar rupiah.

Mustahil, kegiatan melanggar hukum ini sampai berani dilakukan tanpa restu, koordinasi dan pendanaan yang cukup kuat.

Tak heran jika lublik Bangka Belitung berceloteh dan bertanya :  
- Siapa aktor atau dalang sebenarnya di balik pemilik kapal ini KM Murah Rezeki itu ?

- Siapa Pemilik Pasir timah tersebut ?

- Siapa sosok pemberi jalan hingga muatan sebanyak itu bisa lolos ke pelabuhan ?

Sementara itu, keterangan beberapa warga yang tinggal sekitar pelabuhan Pangkal Balam menyebut bahwa pasir timah tersebut diduga akan diselundupkan ke Malaysia dengan menggunakan jalur lama yang selama ini dikenal sebagai jalur hitam perdagangan timah ilegal lintas negara.

Menurutnya, cara ini yang dilakukan ini bukan lah barang baru. Ini menjadi pertanyaan besar, mengapa jalur yang sama terus berulang tanpa pernah benar-benar diputuskan atau di razia ? Ada apa dibalik ini ? 

Meski berhasil menggagalkan penyelundupan pasir timah diduga ilegal, namun kejadian ini masih dianggap misteri, dimana empat awak kapal diamankan. Ironisnya, hingga kini :
identitas awak kapal tidak dibuka ke publik. Status hukum mereka tidak dijelaskan. Begitu pula
pemilik pasir timah masih misterius.

Dengan sikap tertutup aparat justru memantik kecurigaan serius. Publik menilai, penindakan ini berpotensi kembali berhenti di level terendah, sementara pemodal, pengendali, dan beking kuat tetap aman di balik layar.

Nantinya, bisa jadi ABK jadi Tumbal. Seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya dalam banyak kasus penyelundupan timah. ABK dan sopir dikorbankan. Jika skenario ini kembali terjadi, maka penegakan hukum patut dipertanyakan.

Intinya, berani apa tidak membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya demi untuk pemberantasan para mafia penyelundupan pasir timah.
Jangan sampai ada wacana yang mengatakan bahwa ini sekadar sandiwara penindakan tanpa penyelesaian cerita akhir. (Aimy).
×
Berita Terbaru Update