![]() |
| Dari Kiri-kanan AKP.Muh Nawir (Kasat Lantas) - AKP Akhmad Risal (Kasat Narkoba) - AKBP Restu Wijayanto (Kapolres Bulukumba) - IPTU Muhammad Ali (Kasat Reskrim) - AKP H.Mulyadi (Kasat Intelkam) -Dok Ist |
Hadir langsung sebagai narasumber utama, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., didampingi oleh jajaran pejabat utama, yakni Kasat Lantas AKP H. M. Nawir, Kasat Resnarkoba AKP Akhmad Risal, Kasat Intelkam AKP H. Mulyadi, serta Kasat Reskrim IPTU Muhammad Ali.
Ruang Dialektika dan Evaluasi Publik
Dalam sambutannya, AKBP Restu Wijayanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana. Ia menegaskan bahwa forum semacam ini merupakan instrumen penting bagi Polri untuk menyerap aspirasi sekaligus melakukan evaluasi berbasis masukan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa institusi Polri jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami selalu membuka diri terhadap kritik konstruktif dan saran dari seluruh lapisan masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di Kabupaten Bulukumba,” ujar AKBP Restu di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari jurnalis, aktivis, mahasiswa, dan tokoh masyarakat.
Reformasi Institusi: Struktur dan Kultur
Dialog yang dipandu oleh Ustadz Andi Satria ini mengangkat tema sentral “Reformasi Polri: Struktur atau Kultur”. Menanggapi isu tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa transformasi institusi saat ini tengah menjadi prioritas nasional. Ia memaparkan bahwa Presiden RI telah membentuk Tim Reformasi Polri di tingkat pusat, yang bersinergi dengan tim internal bentukan Kapolri untuk melakukan pengkajian menyeluruh.
“Saat ini tim pusat masih melakukan kajian mendalam. Kami di tingkat kewilayahan (Polres) siap mengimplementasikan kebijakan dan arahan pimpinan guna mempercepat reformasi institusi, baik secara struktural maupun kultural,” imbuhnya.
Paparan Kinerja dan Implementasi Hukum Baru
Selain membahas reformasi, para pejabat utama Polres Bulukumba memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 serta tantangan di tahun 2026:
- Satlantas: Fokus pada transformasi pelayanan publik digital dan edukasi masif keselamatan berkendara.
- Satresnarkoba: Menekankan strategi pencegahan berbasis komunitas (P4GN) serta penegakan hukum yang progresif.
- Satreskrim: Menyoroti tantangan transisi penegakan hukum seiring berlakunya secara penuh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional per Januari 2026.
- Satintelkam: Memaparkan peta stabilitas sosial-budaya serta penguatan sinergitas dengan organisasi kepemudaan (OKP) dan aktivis sebagai mitra strategis menjaga kondusivitas wilayah.
Komitmen Pelayanan Tanpa Sekat
Sesi diskusi interaktif menjadi inti acara, di mana para peserta melontarkan kritik tajam namun membangun terkait pelayanan publik dan penegakan hukum di lapangan. Seluruh masukan tersebut dijawab secara mendetail oleh Kapolres dan para Kasat sesuai tupoksi masing-masing.
Menutup kegiatan, AKBP Restu kembali menegaskan bahwa keberhasilan tugas kepolisian sangat bergantung pada dukungan publik (public trust).
“Polisi tidak dapat bekerja secara parsial. Dukungan dan peran aktif masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan kamtibmas yang ideal. Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang presisi,” tutupnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergitas yang harmonis antara Polres Bulukumba dan masyarakat Bumi Panrita Lopi.


