Terpilihnya Arif menjadi penanda berakhirnya era kevakuman pengurus sebelumnya. Musyawarah yang telah dilaksanakan juga menjadi bukti kedewasaan demokrasi komunitas motor Yamaha di Pontianak, di mana ketua dipilih langsung berdasarkan suara terbanyak dari klub anggota.
Sadriansah, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris YRFI Kalimantan Barat, menjelaskan bahwa perubahan mekanisme pemilihan ini krusial untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan dinamis.
"Kami ingin menghidupkan kembali kepengurusan yang sempat vakum. Dengan adanya musyawarah ini, YRFI tingkat kota harus dipilih langsung oleh klub-klub yang terdaftar agar legitimasinya kuat," terang Sadriansah.
PR Besar: Data Klub dan Sponsorship
Tugas berat langsung menanti Arif Budianto usai terpilih. Ia harus segera melakukan konsolidasi dan pendataan ulang klub-klub motor Yamaha di Pontianak. Hal ini sejalan dengan kebijakan ketat yang mulai diberlakukan Yamaha Indonesia pada tahun 2026 terkait penyaluran sponsorship.
Menurut Sadriansah, tertib administrasi kini menjadi syarat mutlak.
"Tahun ini aturannya jelas: belum terdaftar di YRFI, berarti belum bisa dapat support dari Yamaha. Mumpung pendaftaran masih gratis, ini tugas pengurus baru untuk merangkul kawan-kawan klub agar segera registrasi," tegas pria yang akrab disapa Ian tersebut.
Modal Solidaritas
Meski tantangannya besar, YRFI Pontianak punya modal kuat berupa soliditas anggota. Hal ini terlihat dari kehadiran perwakilan 17 klub dalam musyawarah tersebut, dengan 15 klub di antaranya memberikan hak suaranya secara penuh.
Ian optimis, di bawah kepemimpinan Arif, YRFI Pontianak bisa mempertahankan reputasi Kalimantan Barat sebagai barometer komunitas Yamaha yang aktif.
"Kalbar ini spesial, kita dipercaya gelar 'Maxi Day' 3 tahun berturut-turut karena komunitasnya 'gila' dan aktif, jika tahun ini terpilih kembali maka bisa menjadi 4 tahun berturut-turut. Semangat ini yang harus dijaga oleh ketua baru," pungkasnya.


