Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

100 Hari Kepemimpinan Udin-Dessy: Akselerasi Penanganan Banjir dan Modernisasi Kelola Sampah

Senin, 26 Januari 2026 | 17.50 WIB Last Updated 2026-01-26T10:50:40Z
Gambar: 100 Hari Kepemimpinan Udin-Dessy: Akselerasi Penanganan Banjir dan Modernisasi Kelola Sampah (Dok-ist)


SIMPULINDONESIA.com_ PANGKALPINANG,– Genap seratus hari kalender sejak dilantik pada 15 Oktober 2025 lalu, duet kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, dan Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna, terus memacu realisasi program prioritas. Mengusung semangat pengabdian, pasangan yang akrab disapa Prof. Udin dan Cece Dessy ini fokus pada dua isu krusial: penanggulangan banjir dan transformasi tata kelola sampah berbasis teknologi.

Respons Cepat di Tengah Guyuran Hujan
Langkah awal pengabdian pasangan ini diuji langsung oleh alam. Sejak hari pertama pelantikan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, Pangkalpinang disambut cuaca ekstrem. Tak menunggu lama, Prof. Udin dan Cece Dessy langsung turun ke titik-titik terdampak banjir untuk melakukan pemetaan masalah secara presisi.

Penanganan jangka pendek segera dilakukan dengan mengerahkan tim gabungan lintas sektor untuk normalisasi saluran air. Di sisi kemanusiaan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bergerak taktis menyalurkan bantuan logistik dan menjalin komunikasi aktif dengan berbagai pihak swasta untuk menggalang kepedulian sosial bagi warga terdampak.

Revitalisasi Semangat Gotong Royong: "KOLAK BEKO"
Memasuki Januari 2026, strategi penanganan lingkungan mulai menyentuh akar rumput. Pemkot Pangkalpinang kini menggalakkan aksi gotong royong yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari tingkat RT/RW hingga Perangkat Daerah (PD).

Salah satu inovasi yang lahir dari inisiatif masyarakat adalah gerakan “KOLAK BEKO” (Kolaborasi Akbar Bersih Kota). Gerakan ini melengkapi rutinitas aksi bersih lingkungan setiap Jumat pagi di lingkungan perkantoran Pemkot.

“Kami ingin aksi ini menjadi role model bagi masyarakat. Menjaga lingkungan harus menjadi kesadaran kolektif, dimulai dari hal sederhana di sekitar kita,” ujar Prof. Udin.

 

Lobi Pusat demi Infrastruktur Permanen
Menyadari keterbatasan APBD, Prof. Saparudin bergerak cepat melakukan jemput bola ke pemerintah pusat. Ia telah memaparkan proposal infrastruktur prioritas di hadapan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Targetnya jelas: mengamankan alokasi APBN 2026 untuk proyek strategis penanggulangan banjir permanen. “Kota Pangkalpinang sangat membutuhkan dukungan infrastruktur pusat. Kami berharap usulan ini menjadi pertimbangan serius agar dapat diaplikasikan secara nyata,” tegasnya.

Hilirisasi Sampah Melalui TPS3R Kawa Begawe
Di sektor kebersihan, Pemkot Pangkalpinang melakukan terobosan dengan menghidupkan kembali aset yang sempat terbengkalai. Pada Jumat (23/1/2026), Prof. Udin meresmikan operasional TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) Kawa Begawe di Kelurahan Selindung.

Fasilitas ini diproyeksikan mampu mereduksi beban sampah kota yang mencapai 100 ton per hari. Dalam pengelolaannya, Pemkot menggandeng Forum Masyarakat Peduli Sampah (Formap) yang telah berpengalaman selama enam tahun dalam mengolah sampah organik menjadi kompos bernilai ekonomi.

Target Pengelolaan Sampah Pangkalpinang:
  • Total Produksi Sampah: Kurang lebih 100 ton per hari.
  • Strategi: Optimalisasi TPS3R dengan sistem Reduce, Reuse, Recycle.
  • Ekspansi: Pengoperasian dua titik tambahan di wilayah Genas dan Semabung.
  • Proyeksi: Jika terdapat 10 TPS3R dengan kapasitas masing-masing 10 ton, maka permasalahan residu sampah di Pangkalpinang dipastikan tuntas.
“Dengan mengoperasikan fasilitas ini secara optimal, semakin sedikit sampah yang menjadi residu di TPA. Kita mengubah barang buangan menjadi potensi ekonomi,” pungkas Prof. Saparudin.

Sumber: Kominfo Pangkalpinang

×
Berita Terbaru Update