Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terkait proses seleksi ini.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PANRB untuk melakukan seleksi PPPK tahap 3 dan 4. Rekrutmen ini akan kita buka secara umum," ujar Dadan dalam Rapat Evaluasi bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Selasa (20/1/2026).
Target 99.000 Pegawai di Tahun 2026
Dalam rencana strategisnya, BGN mengalokasikan sebanyak 32.460 formasi untuk gabungan tahap 3 dan 4. Angka ini merupakan bagian dari target besar BGN untuk merekrut total 99.000 pegawai PPPK sepanjang tahun 2026 guna memenuhi kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Berikut adalah rekam jejak rekrutmen BGN hingga saat ini:
Tahap 1: Sebanyak 2.080 orang telah resmi diangkat menjadi ASN terhitung mulai 1 Juli 2025.
Tahap 2: Membuka 32.000 formasi, terdiri dari 31.250 Kepala SPPG (jalur Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) serta 750 formasi umum untuk akuntan dan tenaga gizi.
Tahap 3 & 4: Direncanakan membuka 32.460 formasi tambahan untuk masyarakat umum.
Update Pengangkatan Tahap 2
Dadan menjelaskan bahwa bagi peserta yang lolos seleksi Tahap 2, proses administrasi saat ini sedang berjalan sesuai jadwal.
"Pada tahap 2, sebanyak 31.250 formasi dikhususkan bagi Kepala SPPG, sementara 750 sisanya diisi oleh tenaga akuntan dan ahli gizi masing-masing 375 orang," jelasnya.
Saat ini, para calon PPPK Tahap 2 sedang berada dalam fase pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan pengusulan Nomor Induk (NI) PPPK. Jika tidak ada kendala, Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka diperkirakan akan terbit per 1 Februari 2026.
Dengan pembukaan tahap 3 dan 4 secara umum, BGN berharap dapat menjaring talenta terbaik untuk memastikan distribusi nutrisi nasional tepat sasaran dan dikelola secara profesional di tingkat akar rumput. (*)


