Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Sumpah Pemuda Jilid II: Optimisme Pemuda Mewujudkan Peradaban Pancasila

Rabu, 29 Oktober 2025 | 17.16 WIB Last Updated 2025-10-29T10:16:48Z

OPINI
Oleh: Firman Tongke (Ketua Bidang Media & Informasi DPP KPN Periode 2023–2027)

SIMPULINDONESIA.com_ MAKASSAR,-(28/10/25)- Kebangkitan Pemuda Nusantara (KPN) bertekad untuk terus hadir sebagai organisasi kepemudaan yang senantiasa memberikan kontribusi nyata bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada tahun 2020, KPN mendeklarasikan Sumpah Pemuda Jilid II sebuah gerakan pembaharuan semangat pemuda Indonesia dalam menjawab tantangan zaman dan kemajuan teknologi.

Tahun 1928 menjadi tonggak sejarah bersatunya para pemuda dari berbagai daerah Jong Java, Jong Celebes, Jong Papua, dan lainnya yang dengan gagah berani mengikrarkan persatuan dalam tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Namun perjalanan pemuda Indonesia tidak berhenti di sana. Dari perjuangan kemerdekaan hingga reformasi 1998, pemuda selalu tampil di garda terdepan perubahan. Seperti yang pernah diucapkan Soekarno, “Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.”



Peran pemuda dalam menjaga arah bangsa sangatlah penting. Stabilitas negara tidak hanya ditentukan oleh para penguasa, tetapi juga oleh sejauh mana pemuda mengambil bagian dan menjalankan fungsinya sebagai agen perubahan.

KPN, yang lahir pada 1 Juni 2017, hadir untuk mengembalikan semangat itu — semangat pemuda yang berlandaskan amanat Pancasila dan UUD 1945. Kegelisahan dan keresahan terhadap arah bangsa menjadi dorongan kuat bagi KPN untuk terus berjuang mewujudkan cita-cita tertinggi: membangun Peradaban Universal, Peradaban Pancasila.

Cita-cita ini bukanlah utopia, melainkan wujud nyata dari patriotisme dan optimisme bahwa berbagai problematika bangsa dan kepemudaan hanya dapat dijembatani oleh nilai-nilai luhur Pancasila.

Pancasila bukan sekadar ideologi bangsa, tetapi juga falsafah hidup yang membimbing seluruh anak negeri. Ia bukan hasil tiruan dari kapitalisme atau sosialisme, melainkan ideologi yang lahir dari kebijaksanaan dan kearifan bangsa sendiri. Sejarah telah membuktikan: meski berbagai upaya telah dilakukan untuk melemahkannya, Pancasila tetap kokoh dan menjadi perekat bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari Nias hingga Rote.

Dengan kesadaran filosofis yang mendalam, KPN meyakini bahwa hanya Pancasila yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa lintas ideologi, ras, budaya, agama, dan bahasa dalam satu naungan kebangsaan yang harmonis.

Tahun 2020 menjadi momentum penting bagi KPN dan generasi muda Indonesia. Tepat pada 28 Oktober 2020, di Monumen Mandala, Makassar, KPN mendeklarasikan 
Sumpah Pemuda Jilid II sebagai kelanjutan semangat Kongres Pemuda 1928:

1. Kami, Pemuda dan Pemudi Indonesia, berkeyakinan pada Ideologi Terbaik: Ideologi Pancasila.
2. Kami, Pemuda dan Pemudi Indonesia, bersumpah bernegara satu: Negara Republik Indonesia.
3. Kami, Pemuda dan Pemudi Indonesia, bertekad mewujudkan Peradaban Universal: Peradaban Pancasila.

Sumpah ini bukan untuk menggantikan yang lama, melainkan untuk menyegarkan semangat dan melanjutkan cita-cita luhur para pendahulu. Jika pada 1928 para pemuda berbicara tentang persatuan bangsa, tanah air, dan bahasa, maka pemuda hari ini berbicara tentang membangun peradaban yang berakar pada nilai Pancasila.

Mari menjadi bagian dari perjalanan besar ini perjalanan menuju bangsa yang berdaulat, berkeadilan, dan berperadaban. Karena cita-cita Indonesia merdeka hanya akan benar-benar terwujud bila pemuda mengambil perannya.

×
Berita Terbaru Update