Opini
Fabem Jatim : Usut Tuntas Dan Copot Kapolri
Oleh: Romdoni,S.Pd
Peristiwa ini bukan hanya sebuah insiden, melainkan bukti nyata bahwa praktik kekerasan negara terhadap rakyat masih terus berlangsung. Melihat bagaimana Demokrasi semestinya memberi ruang kebebasan berpendapat, kebebasan berkumpul, serta jaminan keselamatan bagi setiap warga negara yang menyampaikan aspirasi dibuka umum.
Tindakan aparat kepolisian yang melindas driver ojol (Ojek Online) yang bernama Moh. Umar Amirudin hingga meninggal adalah bukti nyata bahwa Polri telah kehilangan jati dirinya. Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian menunjukkan bahwa Polri ini semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi.
Bagi kami, gugurnya saudara Moh. Umar Amirudin adalah duka yang mendalam dan sekaligus menjadi tamparan keras bagi demokrasi Indonesia. Nyawa yang melayang hari ini adalah representasi dari kegagalan negara dalam melindungi rakyatnya. (*)