Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Fabem Sampang Mengecam keras Institusi Polri, Karena Bukan Lagi Sebagai Pengayom Rakyat tapi Pembunuh Rakyat

Jumaat, 29 Ogos 2025 | 10:30 PG WIB Last Updated 2025-08-29T03:30:02Z



SIMPULINDONESIA.com_  SAMPANG,- Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (Fabem) Sampang dengan tegas mengecam keras institusi Polri yang dalam berbagai peristiwa justru menampilkan wajah represif dan biadab terhadap rakyat. Polisi yang seharusnya menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, kini justru berubah menjadi alat kekerasan yang menakutkan, bahkan tega melindas sampai meninggal.

Tindakan aparat kepolisian yang melindas driver ojol hingga meninggal adalah bukti bahwa Polri telah kehilangan jati dirinya. Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oknum  aparat kepolisian menunjukkan bahwa institusi ini semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi.
Fabem Sampang menegaskan bahwa:

1. Polri telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pengayom rakyat, karena justru menebarkan teror dan ketakutan.
2.Tindakan brutal aparat adalah kejahatan kemanusiaan, yang tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum.
3.Kapolri harus bertanggung jawab penuh dan memastikan pelaku diproses hukum secara transparan, bukan hanya sanksi administratif.
4.Reformasi menyeluruh di tubuh Polri harus dengan mutlak dilakukan, agar institusi ini kembali menjadi pelindung rakyat, bukan mesin penindas rakyat.

“Polisi seharusnya berdiri di garda terdepan melindungi Rakyat. Namun faktanya, Polri justru menunjukkan wajah bengis yang tega melukai bahkan membunuh rakyat. Taufik ketua Fabem Sampang, mengecam keras tindakan ini dan menuntut perubahan nyata,” tegas pernyataan Taufik

Fabem Sampang menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersatu mengawal penegakan keadilan dan melawan segala bentuk kekerasan aparat. Polri harus kembali ke jati dirinya, atau rakyat akan terus melawan.(*)

Sumber: Fabem Sampang 
×
Berita Terbaru Update