Tindakan aparat kepolisian yang melindas driver ojol hingga meninggal adalah bukti bahwa Polri telah kehilangan jati dirinya. Kekerasan demi kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian menunjukkan bahwa institusi ini semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi.
Fabem Sampang menegaskan bahwa:
1. Polri telah gagal menjalankan fungsinya sebagai pengayom rakyat, karena justru menebarkan teror dan ketakutan.
2.Tindakan brutal aparat adalah kejahatan kemanusiaan, yang tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum.
3.Kapolri harus bertanggung jawab penuh dan memastikan pelaku diproses hukum secara transparan, bukan hanya sanksi administratif.
4.Reformasi menyeluruh di tubuh Polri harus dengan mutlak dilakukan, agar institusi ini kembali menjadi pelindung rakyat, bukan mesin penindas rakyat.
“Polisi seharusnya berdiri di garda terdepan melindungi Rakyat. Namun faktanya, Polri justru menunjukkan wajah bengis yang tega melukai bahkan membunuh rakyat. Taufik ketua Fabem Sampang, mengecam keras tindakan ini dan menuntut perubahan nyata,” tegas pernyataan Taufik
Fabem Sampang menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersatu mengawal penegakan keadilan dan melawan segala bentuk kekerasan aparat. Polri harus kembali ke jati dirinya, atau rakyat akan terus melawan.(*)
Sumber: Fabem Sampang