Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Training Remaja Masjid Syuhada 45 Borongjatie Angkat Jejak Kaderisasi Sejak 1990-an, Abd. Halim Amsur Dorong Penulisan Biografi Tokoh Perintis

Minggu, 01 Februari 2026 | 10.55 WIB Last Updated 2026-02-01T03:55:29Z
Abd. Halim Amsur berdiri ditengah dengan stelan jas IPHI

SIMPULINDONESIA.com_Bulukumba
— Kegiatan Training Remaja Masjid yang dilaksanakan di Masjid Syuhada 45 Borongjatie, Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, menjadi ruang refleksi sejarah kaderisasi remaja masjid yang telah berjalan sejak tahun 1990-an.

 

Dalam kegiatan tersebut, Pengurus DPD BKPRMI Bulukumba Abd. Halim Amsur mengajak peserta menelusuri sosok di balik keberlanjutan pengkaderan Remaja Masjid Syuhada 45 Borongjatie.

 

Panitia menyebut nama almarhum Ustadz Abdul Rahman (Allahuyarham) sebagai tokoh yang merintis dan menghidupkan kaderisasi remaja masjid secara konsisten dari generasi ke generasi.

 

Pengkaderan yang dilakukan secara berkesinambungan itu telah melahirkan ratusan kader remaja masjid yang kini berkiprah di berbagai bidang pengabdian umat dan masyarakat. Amal kebaikan almarhum Ustadz Abdul Rahman pun diyakini terus mengalir pahalanya hingga hari ini.

 

Dalam penyampaiannya, Abd. Halim Amsur menguatkan pesan inspiratif itu dengan mengutip sabda Rasulullah Saw:

 

“Barangsiapa memulai atau mencontohkan perbuatan baik (sunnah hasanah) dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala dari perbuatannya dan pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.”

 

Sebagai narasumber, Abd. Halim Amsur, yang juga Penyuluh Agama Islam, menyampaikan bahwa kaderisasi remaja masjid adalah investasi jangka panjang yang hasilnya baru akan terasa di masa depan. Di hadapan puluhan remaja masjid, ia menegaskan bahwa proses yang dijalani hari ini akan menjadi identitas dan kebanggaan di kemudian hari.

 

“Lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun yang akan datang, kalian akan mengatakan dengan bangga: saya dulu alumni Remaja Masjid Syuhada 45 Borongjatie,” ujarnya pada Ahad, 31 Januari 2026 malam.

 

Lebih lanjut, Abd. Halim Amsur, menekankan pentingnya mendokumentasikan jejak perjuangan para pendahulu agar tidak hilang ditelan waktu.

 

Menurutnya, karya dan warisan pemikiran menjadi jembatan pengenalan generasi yang tidak sempat bertemu langsung dengan tokoh-tokoh terdahulu.

 

“Saya mungkin tidak pernah bertemu dengan orangnya, dan tidak tahu siapa orangnya. Tapi karena ada karyanya sehingga saya jadi tahu, apalagi kalau ada buku biografinya,” tuturnya.

 

Ia pun mengajak para remaja masjid untuk mulai berpikir dan berani mengambil peran dalam menulis serta menerbitkan buku biografi almarhum Ustadz Abdul Rahman, yang mengaitkan perjuangan beliau dengan proses kaderisasi remaja masjid. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga upaya melanjutkan estafet perjuangan.

 

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sejarah, rasa bangga, serta tanggung jawab kader remaja masjid untuk menjaga dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah dirintis para pendahulu, demi keberlanjutan dakwah dan pembinaan generasi umat di masa mendatang.

 

×
Berita Terbaru Update