Turnamen ini diikuti oleh 25 peserta berbakat yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah tersebut. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembinaan mental dan silaturahmi antar-pelajar guna melahirkan bibit-bibit unggul pecatur masa depan.
Konsistensi dan Disiplin Jadi Kunci
Pembina SCC, La Iwan, S.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa bakat besar tanpa disiplin tidak akan mencapai hasil maksimal. Guru SMPN 1 Nuha ini mengingatkan para peserta bahwa penguasaan teknik dan jam terbang adalah fondasi utama seorang atlet.
"Cobalah untuk fokus menguasai satu atau dua teknik pembukaan. Kuncinya adalah rutin berlatih setiap hari. Jika ketekunan ini dijaga, potensi untuk menembus kancah internasional sangat terbuka lebar," tegas La Iwan di hadapan para peserta.
Dukungan Legislatif untuk Prestasi Lokal
Dukungan penuh juga datang dari Prima Eyza Purnama, anggota DPRD Luwu Timur Komisi 1 yang juga bertindak sebagai Pembina sekaligus sponsor utama turnamen ini. Dalam kesempatan terpisah, ia mengapresiasi semangat juang para atlet cilik dan menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi mereka.
Prima mendorong anggota SCC untuk tidak hanya puas di tingkat lokal, tetapi juga berani bermimpi mengharumkan nama Kabupaten Luwu Timur di kancah regional maupun nasional.
"Kita ingin anak-anak kita memiliki mental juara. Melalui turnamen seperti ini, kita sedang membangun fondasi agar kelak nama Luwu Timur disegani di papan catur nasional," ujar legislator tersebut.
Agenda Rutin Pembinaan
Turnamen ke-6 ini menunjukkan eksistensi SCC yang semakin solid sebagai pusat pembinaan catur usia dini di Luwu Timur. Panitia berharap ajang ini dapat terus digelar secara berkelanjutan demi memastikan regenerasi atlet catur di Bumi Batara Guru tetap terjaga.
Dengan persaingan yang sportif dan antusiasme tinggi yang ditunjukkan sejak babak awal, turnamen ini menjadi bukti bahwa minat generasi muda Luwu Timur terhadap olahraga asah otak ini sangat besar.



