Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Irigasi Sangkala Mati Suri: Pemdes Tambangan Desak Aksi Nyata Pemkab Bulukumba

Sabtu, 24 Januari 2026 | 13.21 WIB Last Updated 2026-01-24T06:24:14Z
Gambar: H.Andi Abu Thalib (Kepala Desa Tambangan)


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Pemerintah Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terbengkalainya Bendung Irigasi Sangkala. Infrastruktur vital warisan era kolonial Belanda yang dulunya menjadi urat nadi pertanian di wilayah tersebut, kini kondisinya kian memprihatinkan dan tidak lagi berfungsi optimal.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari Pemerintah Desa setempat. H.Andi Abu Thalib, mewakili Pemerintah Desa Tambangan, menilai mandeknya fungsi irigasi ini telah melumpuhkan potensi ekonomi ribuan petani yang menggantungkan hidup pada ketersediaan air.


Sentilan untuk Eksekutif dan Legislatif

Persoalan Irigasi Sangkala bukanlah isu baru, namun minimnya atensi dari otoritas terkait membuat Pemdes Tambangan angkat bicara. H.Abu Thalib mengingatkan para pengambil kebijakan di tingkat Kabupaten Bulukumba agar tidak menutup mata terhadap realitas di lapangan.


"Saya hanya ingin mengingatkan kepada semua pemangku kebijakan di Kabupaten Bulukumba, baik eksekutif maupun legislatif, agar jangan pura-pura lupa. Ada aset irigasi besar di Kecamatan Kajang bernama Irigasi Sangkala yang sedang sekarat," tegas H. Abu Thalib melalui keterangan tertulisnya, 24/01/2026


2.000 Hektare Sawah Terancam

Dahulu, Irigasi Sangkala mampu mengairi sedikitnya 2.000 hektare areal persawahan. Namun kini, hamparan lahan produktif tersebut terpaksa beralih status menjadi sawah tadah hujan. Dampaknya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat:

  • Ketidakpastian Musim Tanam: Petani hanya bisa menunggu hujan untuk mulai menggarap lahan.
  • Penurunan Produktivitas: Hasil panen merosot tajam dibanding saat irigasi masih berfungsi.
  • Resiko Gagal Panen: Tingginya ancaman kekeringan saat musim kemarau tiba.


Kontradiksi Swasembada Pangan

Pemdes Tambangan menilai pembiaran ini bertolak belakang dengan visi pemerintah pusat yang tengah gencar mendorong kedaulatan dan swasembada pangan nasional. Abu Thalib mempertanyakan bagaimana target besar tersebut bisa tercapai jika infrastruktur dasar di tingkat desa justru terabaikan.


"Bagaimana program swasembada pangan bisa terlaksana dengan baik kalau kondisi di lapangan seperti ini? Petani kami butuh air, bukan sekadar wacana atau seremoni," ujarnya dengan nada kecewa.


Harapan Rehabilitasi Total

Sebagai langkah solutif, Pemerintah Desa Tambangan mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk segera melakukan:

  1. Pendataan dan Kajian Teknis Ulang terhadap kerusakan struktur irigasi.
  2. Koordinasi Lintas Sektor untuk mengusulkan rehabilitasi ke tingkat Provinsi maupun Pusat.
  3. Prioritas Anggaran guna pemulihan fungsi bendung dan jaringan distribusi air.



"Jika Irigasi Sangkala kembali berfungsi, manfaatnya bukan hanya untuk warga Kajang, tetapi akan memperkuat stabilitas pangan Kabupaten Bulukumba secara keseluruhan. Kami butuh langkah konkret, bukan sekadar janji yang berulang setiap tahunnya," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat tani di Kecamatan Kajang masih menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan menghidupkan kembali "urat nadi" pertanian mereka yang telah lama mati suri.


×
Berita Terbaru Update