Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Viral! Kisah Bripka Seladi: Polisi Penguji SIM yang Memilih Memulung Demi Jaga Kejujuran

Rabu, 25 Februari 2026 | 03.10 WIB Last Updated 2026-02-24T20:10:48Z

SIMPULINDONESIA.com_ MALANG,– Di tengah sorotan publik terhadap institusi kepolisian, sosok Bripka (Purn) Seladi muncul sebagai oase integritas yang menyejukkan. Mantan anggota Satlantas Polresta Malang Kota ini kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial Facebook dan Twitter (X) karena prinsip hidupnya yang tak tergoyahkan: lebih memilih memungut sampah daripada memungut rupiah dari hasil suap.

Menjaga Pintu "Lahan Basah" dengan Tangan Bersih
Selama 16 tahun, Seladi bertugas di bagian pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM), sebuah posisi yang sering dianggap sebagai "lahan basah". Setiap hari, ia dihadapkan pada godaan amplop dan "salam tempel" dari pemohon yang ingin lulus tanpa prosedur. Namun, Seladi tetap teguh. Ia bahkan berani menolak gratifikasi sekecil apa pun, termasuk tawaran secangkir kopi atau permintaan titipan dari rekan sesama polisi.

"Bukannya saya menolak rezeki, tapi saya cari yang halal saja. Memulung sampah lebih menenangkan hati saya," ungkap Seladi. Bagi beliau, meluluskan pengendara yang tidak kompeten demi uang sama saja dengan membahayakan nyawa orang lain di jalan raya.

Rutinitas Luar Biasa: Polisi di Pagi Hari, Pemulung di Malam Hari
Kehidupan ganda Seladi dimulai sejak tahun 2004. Setelah melepas seragam cokelatnya, ia beralih ke tumpukan kardus dan botol plastik di gudang sampahnya di Jalan Dr. Wahidin, Kota Malang.

Penghasilan Sampingan: Dari memulung, ia membawa pulang sekitar Rp35.000 hingga Rp50.000 per hari.
  • Tujuan Mulia: Uang tersebut ia gunakan untuk menghidupi keluarga, melunasi utang-utang, hingga membiayai pendidikan anak-anaknya.
  • Buah Kejujuran: Dedikasinya berbuah manis; salah satu putranya kini mengikuti jejaknya menjadi anggota polisi di Polda Jawa Timur dengan pesan utama dari sang ayah: "Bekerjalah dengan jujur dan ikhlas".
  • Simpati Netizen: "Polisi Sejati yang Sesungguhnya"
Unggahan mengenai Bripka Seladi di berbagai platform media sosial segera dibanjiri ribuan komentar yang memberikan semangat dan simpati. Banyak netizen yang menyebutnya sebagai "Pewaris Semangat Jenderal Hoegeng".

Beberapa komentar populer netizen meliputi:
"Sehat selalu Pak Seladi, Bapak adalah bukti bahwa pangkat tidak menentukan harga diri, tapi kejujuranlah yang membuatnya bernilai."

"Tamparan keras bagi mereka yang mencari kemewahan dengan cara haram. Terima kasih sudah menginspirasi Indonesia!"

Apresiasi dan Masa Pensiun
Meski telah pensiun sejak tahun 2017, keteladanan Seladi tetap diakui. Ia sempat mendapatkan apresiasi dari Kapolresta Malang Kota pada Hari Antikorupsi Sedunia sebagai simbol polisi yang bersih. Bahkan, ketulusannya membawa beliau mendapatkan hadiah umrah dari mendiang Syekh Ali Jaber sebagai bentuk penghargaan atas integritasnya yang luar biasa.

Kisah Bripka Seladi bukan sekadar cerita tentang kemiskinan atau pekerjaan kasar, melainkan pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa kemuliaan seseorang terletak pada seberapa tenang tidurnya di malam hari karena tahu tidak ada satu rupiah pun uang haram yang masuk ke perut keluarganya.(Red-Msi)
×
Berita Terbaru Update