Agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata sinergi lintas sektoral. Kehadiran Pengawas PAI Kemenag Bulukumba, Darmawati Amin, bersama jajaran pemerintah setempat, perwakilan orang tua siswa, serta tokoh masyarakat setempat, menegaskan komitmen kolektif dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang religius dan berbasis nilai kearifan lokal.
Gema Al-Qur'an: Buah Kolaborasi Program Tahfidz
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menyentuh kalbu oleh Panji Pratama, siswa kelas VII. Panji merupakan salah satu talenta muda binaan program Tahfidzul Qur’an SMP 5 Bulukumba, sebuah program unggulan yang lahir dari kolaborasi strategis antara pihak sekolah dengan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Anak dan Remaja (LPPAR) Wahdah Islamiyah Bulukumba.
Lantunan suara Panji yang fasih dan merdu menjadi bukti konkret keberhasilan program ekstrakurikuler keagamaan di SMP 5 Bulukumba dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual.
Apresiasi Kepala Sekolah: Ilmu Sebagai Fondasi Ibadah
Kepala SMP 5 Bulukumba, A. Ratnawati, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan pemateri. Beliau menekankan bahwa ibadah tanpa landasan ilmu (literasi keagamaan) berisiko kehilangan esensinya.
"Kami sangat bersyukur kegiatan ini terlaksana sebelum hilal Ramadhan tampak. Ilmu mengenai fiqih puasa adalah bekal mutlak agar ibadah kita tidak sekadar rutinitas, melainkan mencapai kualitas yang diharapkan. Saya berpesan kepada seluruh siswa agar Ramadhan nanti dijadikan momentum transformasi diri melalui tadabbur Al-Qur’an, latihan ceramah, dan penguatan amaliah sosial," tegas A. Ratnawati.
Pemaparan Interaktif: Strategi Menghindari Puasa yang Sia-sia
Memasuki sesi inti, Ustaz Jusman, M. (Pengurus MUI Kabupaten Bulukumba sekaligus Ketua DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba) hadir sebagai narasumber utama. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan komunikatif, beliau membedah berbagai aspek krusial seputar Ramadhan, mulai dari keutamaan shalat Tarawih hingga strategi memburu kemuliaan malam Lailatul Qadr.
Dalam paparannya, Ustaz Jusman menggarisbawahi tiga pilar utama bagi siswa dalam menghadapi bulan suci:
- Interaksi Intensif dengan Al-Qur'an: Ramadhan adalah Syahrul Qur'an. Siswa didorong untuk tidak sekadar membaca, tetapi mulai mencoba memahami makna ayat demi meningkatkan kedekatan diri kepada Sang Pencipta.
- Kewaspadaan Terhadap Puasa 'Zonks': Mengutip hadis Nabi SAW, beliau memperingatkan tentang golongan orang berpuasa yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Hal ini terjadi akibat kegagalan menjaga lisan, mata, dan hati dari perbuatan maksiat serta meninggalkan adab-adab puasa.
- Pendalaman Fiqih Aplikatif: Melalui sesi tanya jawab yang dinamis, Ustaz Jusman mengupas tuntas rukun puasa, syarat sah, hingga hal-hal teknis yang membatalkan puasa agar ibadah para siswa benar-benar sesuai dengan tuntunan sunnah yang rajih.
"Melalui kajian mendalam ini, kami berharap lahir generasi muda di Bulukumba yang mampu menjalankan puasa dengan penuh kesadaran intelektual dan spiritual. Kita ingin mereka berpuasa dengan ilmu, bukan sekadar ikut-ikutan," pungkas Ustaz Jusman di penghujung materi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bulukumba untuk mengedepankan pembinaan mental spiritual siswa, guna melahirkan "Generasi Emas" yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).(whd)




