Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 | 19.36 WIB Last Updated 2026-02-17T12:36:40Z


SIMPULINDONESIA.com_ JAKARTA,– Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) resmi menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui rangkaian Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, pada Selasa (17/2/2026) malam.

Menteri Agama menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada laporan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di berbagai titik di seluruh Indonesia yang menunjukkan bahwa posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas.

Hasil Hisab dan Laporan Rukyat
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa keputusan diambil melalui pembahasan mendalam terhadap hasil hisab (perhitungan astronomi) dan konfirmasi lapangan melalui rukyat.

“Hasil hisab dan rukyat telah kami bahas bersama dalam sidang tertutup. Berdasarkan pemantauan di 120 titik di seluruh Indonesia, tidak ada satu pun petugas yang melaporkan telah melihat hilal. Oleh karena itu, bulan Sya'ban disempurnakan (istikmal) menjadi 30 hari,” jelasnya dalam konferensi pers pasca-sidang.

Sikap Nahdlatul Ulama (NU)
Sejalan dengan keputusan pemerintah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga menginstruksikan warga Nahdliyin untuk memulai ibadah puasa pada Kamis mendatang. Sesuai dengan hasil Muktamar ke-20 tahun 1954, NU konsisten menggunakan mekanisme ikhbar, yakni mengikuti pengumuman resmi pemerintah.

Sebelumnya, Lembaga Falakiyah PBNU telah merilis data perhitungan yang menunjukkan bahwa pada Selasa malam, posisi hilal masih berada di bawah ufuk, tepatnya pada minus 1 derajat 44 menit dengan ijtimak terjadi pukul 19.02 WIB. Secara astronomis, kondisi ini mustahil bagi hilal untuk dapat terlihat.

Muhammadiyah Mulai Puasa Lebih Awal
Di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Perbedaan ini terjadi karena penggunaan metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan komariah.

Muhammadiyah kini menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid, Rahmadi Wibowo, menjelaskan bahwa sistem ini mengedepankan prinsip kesatuan tanggal global tanpa batasan wilayah (matla’).

"Dalam sistem KHGT, awal bulan ditentukan jika elongasi minimal mencapai 8 derajat dan ketinggian hilal minimal 5 derajat di bagian bumi mana pun sebelum tengah malam waktu UTC," ujar Rahmadi.

Imbauan Menjaga Toleransi
Meski terdapat perbedaan hari memulai puasa antara warga Muhammadiyah dengan keputusan pemerintah, Menteri Agama mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan semangat toleransi.

"Perbedaan adalah rahmat. Yang terpenting adalah esensi dari ibadah Ramadhan itu sendiri, yakni meningkatkan ketakwaan dan mempererat tali persaudaraan antar sesama," pungkasnya. (*)




 

×
Berita Terbaru Update