
Sebelum kegiatan buka puasa bersama, terlebih dulu kegiatan diisi dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar.
Tampak terlihat puluhan peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur dan latar belakang agama.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa kental, hal itu mencerminkan Semboyan bangsa Indonesia 'Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu". Ya. nilai Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut.
Tak kalah penting, sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Silvie Chestella selaku Ketua Umum PC Hikmahbudhi Kepulauan Bangka Belitung, Wyllianto selaku anggota DPRD Kabupaten Belitung dari PSI, Sarkawi selaku Ketua Umum IMM Provinsi Bangka Belitung, Pajruliman selaku Wasekjen DPP IMM serta Eric menjabat Wakil Ketua DPW PSI Babel.
Wakil Ketua DPW PSI Babel, Eric dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga bisa berbagi dalam momentum bulan suci Ramadhan ini.
"Kami sangat bangga dalam kegiatan ini. Disini kita menujukan bahwa toleransi di ruang lingkup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjalan sangat baik. Kebersamaan seperti ini harus terus di jaga," ujar Eric.
Sementara itu, Ketua Umum DPW PSI Bangka Belitung, Arbi Leo dalam paparannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kader muda PSI terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Ini adalah kegiatan yang sangat positif di bulan Ramadan. Kami bangga melihat kader muda-mudi yang memiliki kepedulian tinggi serta terus menumbuhkan rasa toleransi," tukas Arbi Leo.
Ia menyebutkan bahwa hal semacam ini menunjukkan bahwa PSI turut menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
Dengan kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar elemen masyarakat serta memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman di Bumi Serumpun Sebalai ini.
Dimana, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai salah satu daerah dengan kerukunan antar umat beragama yang kuat di Indonesia.
Meskipun penduduknya terdiri dari berbagai agama dan suku, masyarakat setempat mampu hidup berdampingan secara damai tanpa konflik besar antarumat beragama.
Dalam survei terbaru juga menunjukkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama di Bangka Belitung mencapai angka tinggi, terutama pada indikator toleransi yang lebih unggul dibanding rata-rata nasional.
Hal ini menjadi bukti konkret betapa kuatnya budaya penghormatan terhadap perbedaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Aimy).



