Kegiatan strategis ini menghadirkan praktisi hukum, Rudianto, S.H., M.H., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi bahwa kejelasan status dan legalitas dokumen merupakan kunci utama dalam meminimalisir risiko konflik agraria di masa depan.
Pentingnya Tertib Administrasi
Menurut Rudianto, akar permasalahan sengketa tanah di tingkat desa sering kali dipicu oleh tiga faktor utama:
- Minimnya bukti kepemilikan yang sah.
- Ketidakjelasan batas-batas fisik lahan.
- Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur administrasi pertanahan yang berlaku.
"Upaya pencegahan sengketa harus dimulai dari tertib administrasi. Pastikan setiap bidang tanah memiliki dokumen yang jelas dan terdaftar secara resmi, serta batas-batasnya diketahui dan disepakati oleh pemilik lahan yang bersinggungan," tegas Rudianto.
Ia juga menekankan agar setiap transaksi jual-beli atau peralihan hak atas tanah wajib dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku guna mendapatkan perlindungan hukum yang kuat, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM).
Kedepankan Mediasi dan Musyawarah
Lebih lanjut, Rudianto menyarankan agar masyarakat mengutamakan jalur musyawarah dan mediasi jika terjadi perselisihan, sebelum memutuskan untuk menempuh jalur litigasi (pengadilan). Menurutnya, komunikasi yang baik antarwarga didukung dengan pemahaman hukum yang mumpuni dapat menjaga harmoni sosial di desa.
Respons Positif Masyarakat
Kepala Desa Pattiroang, Asrianto menyambut baik antusiasme warga yang hadir. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa edukasi semacam ini sangat krusial untuk menciptakan ketertiban di lingkungan masyarakat.
"Kami berharap melalui penyuluhan ini, warga semakin melek hukum dan memahami pentingnya legalitas tanah. Ini bukan sekadar soal dokumen, tapi soal ketenangan dan keharmonisan kita bersama di Desa Pattiroang," pungkasnya.
Acara yang berlangsung interaktif tersebut ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Warga tampak memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai persoalan pertanahan yang mereka hadapi sehari-hari.(Red-msi)



