Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakapolres Bulukumba Kompol Syaparuddin, S.H., mewakili Kapolres Bulukumba. Prosesi ini turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU), personel Polres Bulukumba, serta para bhayangkara penerima penghargaan.
Simbol Kesetiaan dan Integritas
Penganugerahan Satyalancana Pengabdian merupakan bentuk apresiasi tertinggi dari negara kepada anggota Polri yang telah mendarmabaktikan dirinya secara terus-menerus. Penghargaan ini diberikan berdasarkan masa dinas aktif selama 8, 16, 24, hingga 32 tahun tanpa cacat.
Secara simbolis, penyematan tanda kehormatan dilakukan kepada tiga perwakilan personel:
- AKP Baharuddin, S.Pd.I. (Kasat Samapta): Satyalancana Pengabdian 32 Tahun.
- Aiptu Lukman, S.H. (Kaurmintu Sat Intelkam): Satyalancana Pengabdian 24 Tahun.
- Briptu Awal (Personel Sat Lantas): Satyalancana Pengabdian 8 Tahun.
Pesan Kapolda Sulsel: Bukan Sekadar Seremonial
Dalam amanat Kapolda Sulsel yang dibacakan oleh Kompol Syaparuddin, ditegaskan bahwa momentum ini memiliki makna mendalam bagi institusi Polri.
"Upacara ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud pengakuan negara atas kesetiaan, kejujuran, dan kedisiplinan yang telah ditunjukkan personel selama masa dinasnya," ujar Kompol Syaparuddin.
Ia menambahkan bahwa pengabdian yang dilandasi integritas dan tanggung jawab moral yang tinggi akan selalu mendapatkan tempat terhormat. Penghargaan ini diharapkan menjadi stimulus bagi seluruh jajaran Polres Bulukumba untuk terus meningkatkan kualitas kinerja.
Harapan Menjadi Teladan
Menutup arahannya, Wakapolres menekankan pentingnya menjaga marwah sebagai insan Bhayangkara. Para penerima penghargaan diharapkan tetap memegang teguh nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.
"Atas nama pimpinan Polri Polda Sulsel dan Kapolres Bulukumba, saya mengucapkan selamat. Prestasi dan keteladanan yang saudara tunjukkan harus menjadi inspirasi bagi anggota lainnya untuk terus melayani masyarakat dengan tulus dan profesional," pungkasnya.


