Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Apel Kesadaran Nasional Perdana bagi H. Ansar Mahdy: Tegaskan Tiga Pilar Kesadaran

Rabu, 17 Desember 2025 | 07.37 WIB Last Updated 2025-12-17T00:53:36Z

SIMPULINDONESIA.com_BONTOBAHARI
— Kantor Urusan Agama (KUA) Bontobahari menggelar Apel Kesadaran Nasional pada Rabu, 17 Desember 2025, di halaman KUA Bontobahari. Apel ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Bontobahari, H. Muhammad Ansar Mahdy, dan diikuti oleh seluruh stakeholder, yang terdiri dari staf, penghulu, serta penyuluh agama.

Apel Kesadaran Nasional kali ini menjadi momentum istimewa, karena merupakan apel perdana bagi H. Ansar Mahdy sejak resmi menjabat sebagai Kepala KUA Bontobahari. 

Suasana apel berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan teks Pancasila oleh penghulu KUA Bontobahari, Jamaluddin, S.Ag, sebagai peneguhan nilai-nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dalam arahannya, H. Ansar Mahdy menegaskan pentingnya menanamkan tiga bentuk kesadaran yang harus senantiasa melekat dalam diri setiap aparatur sipil negara (ASN).

Kesadaran pertama adalah kesadaran nasional. Ia mengingatkan bahwa sebagai warga negara sebagai ASN, setiap individu memiliki tanggung jawab besar terhadap negara, patuh pada tatanan dan aturan yang telah ditetapkan, serta mampu menjadi teladan melalui sikap dan perilaku yang baik. 

Menurutnya, ketika terjadi persoalan dalam penyelenggaraan negara, yang bermasalah bukanlah negara itu sendiri, melainkan oknum atau pribadi yang menyimpang dari nilai dan aturan. Bahkan jika pelanggaran dilakukan oleh pimpinan negara, tetap yang keliru adalah orangnya, bukan negaranya. 

Ia juga mencontohkan bahwa aturan yang terasa berat bisa menjadi ringan apabila dijalankan oleh pemimpin yang memiliki integritas dan keteladanan.

Kesadaran kedua adalah kesadaran tanggung jawab pribadi. H. Ansar menekankan pentingnya kesadaran diri dalam menjalankan tugas, mulai dari kinerja hingga pelaporan. Bekerja sebagai ASN, lanjutnya, tidak cukup hanya menggugurkan kewajiban administratif, tetapi harus dilandasi panggilan hati untuk terus memberikan yang terbaik dengan penuh kejujuran, disiplin, dan komitmen.

Kesadaran ketiga adalah kesadaran kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Ia menegaskan bahwa hakikat tugas ASN adalah melayani masyarakat, bukan sebaliknya. Jangan sampai muncul anggapan bahwa masyarakat membutuhkan ASN, padahal sejatinya ASN-lah yang membutuhkan masyarakat. Bahkan dengan refleksi yang mendalam, H. Ansar menyampaikan, “Untuk apa negara menggaji kita jika tidak ada masyarakat yang kita layani.”

Oleh karena itu, setiap masyarakat yang datang harus segera dilayani dengan baik, tanpa penundaan, serta sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Pelayanan yang tulus, cepat, dan tepat merupakan cerminan profesionalisme sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Usai pelaksanaan Apel Kesadaran Nasional tersebut terdengar ucapan selamat Hari Kesadaran Nasional yang disampaikan oleh salah satu peserta apel, Nuzul Rahmat, sebagai bentuk dukungan dan semangat untuk terus memperkuat nilai-nilai pengabdian dan pelayanan di lingkungan KUA Bontobahari.
×
Berita Terbaru Update