KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Pedro mahasiswa Universitas Halu Oleo Kota Kendari yang menjadi korban pengeroyokan hingga penikaman ungkap indisikasi keterlibatan oknum Brimob. (12/04/2026).
Diketahui insiden berdarah terjadi di lingkungan kampus Universitas Halu Oleo (UHO), Kota Kendari, dan kini viral di media sosial. Jumat (10/04/2026).
Seorang mahasiswa bernama Pedro menjadi korban pengeroyokan sekaligus penikaman saat tengah nongkrong di area Fakultas Peternakan.
Aksi brutal tersebut terekam kamera CCTV kampus dan videonya menyebar luas, memicu perhatian publik.
“Awalnya pada hari senin tanggal 06 April 2026 sekitar pukul 13.20 wita saya sedang tidur di halaman kazebo luar fakultas peternakan universitas halu oleo tiba-tiba Hajir (Pelaku) dengan salah satu oknum Brimob datang menghampiri saya dengan keadaan ingin memukul saya dalam keadaan tidur namun Hajir melarangnya,”Ujar Pedro.
Pedro menerangkan bahwa ada sekitar delapan orang yang melakukan pengeroyokan kepada dirinya.
“Setelah teman-teman Hajir sebanyak 8 orang barulah oknum Brimob yang menggunakan celana dan baju dalam polisi datang membangunkan saya dengan panggilan (bro bangun dulu), ketika saya terbangun langsung menanyakan tentang kedatangan mereka, pada saat itu hajir melontarkan kalimat sini kita singel (duel) tapi saya tidak merespon karna saya pikir di bulan 5 ini saya mau wisuda jadi saya tidak merespon,”Terangnya.
Pada saat kejadian Pedro mengaku belum mengetahui bahwa yang diajak berdiskusi tersebut adalah oknum Brimob.
“Malah saya berdiskusi dengan oknum Brimob itu tapi pada saat itu saya belum tau latar belakang oknum Brimob itu karna dia mengaku sebagai mahasiswa seiring berjalannya waktu Hajir langsung memukul saya dan saya kembali membalas dan Hajir kembali menendang saya hinggah jatuh disitulah pengeroyokan terjadi,”
Pelaku yang menikam diketahui bernama Baim teman dari Hajir.
“Salah satu teman Hajir (Pelaku) mencabut sebua badik menikam saya dikejadian itu oknum Brimob itu tidak ada respon untuk mengamankan badik itu dia membiarkan pelaku mencabut dua kali setelah pelaku yang menikam saya oknum Brimob itu memberikan isyarat untuk lari, tidak lama kemudian saya bergegas pergi ke polsek Poasian namun salah satu teman saya yang baru datang menghentikan saya di karenakan melihat darah yg mengalir di belakang saya dan saya berhenti untuk membersihkannya,”Terang Pedro.
Keesokan harinya oknum Brimob tersebut diketahui kembali mendatangi tempat kejadian untuk mengambil motor.
“Oknum serta pelaku sudah pergi namun infomasi yang saya dapat dapat bahwa di pagi hari oknum Brimob itu kembali mengambil motor orang yang menikam saya,” Jelas Pedro.
Oknum Brimob tersebut diduga angkatan 45, bahkan menurut informasi oknum Brimob itu pun meninggalkan pesan, kalau mau cari informasi hubungi dia (oknum Brimob) bahkan dia menyerlokkan titik lokasi rumah pelaku yang bertepatan di Maleo.
