Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Ratusan Kiyai dan Asatidz se Sulsel Silaturahim dan Kolaborasi Pasca Idul Fitri

Minggu, 29 Maret 2026 | 21.55 WIB Last Updated 2026-03-29T15:01:08Z

SIMPULINDONESIA.com_Makassar – Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan terlihat dalam acara halal bihalal pada Minggu (29/3) yang digelar oleh Konsorsium Pesantren Bersaudara di SLB Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI), Makassar. 

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan Kiyai dan Asatidz perwakilan hampir lima puluh pesantren se-Sulawesi Selatan ddari berbagai kabupaten.


Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, pertemuan ini bertujuan untuk mempersatukan gagasan pasca Idul Fitri, menyatuhkan hati, serta mempererat ikatan antar pesantren agar dapat bekerja sama dan taawun dalam mewujudkan kebaikan-kebaikan untuk ummat dan tanah air.

"Alhamdulillah, luar biasa antusiasme Guru-guru dan keluarga besar pesantren yang hadir. Ini menunjukkan betapa besarnya keinginan kita semua untuk bersatu dan memajukan pesantren-pesantren di Indonesia," ujar H. A. Muhammad Nur Syahid M., Ketua Umum Konsorsium Pesantren Bersaudara. 

Para pimpinan pesantren yang hadir sepakat bahwa kolaborasi yang solid antarpesantren menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Bahkan Konsorsium juga sedang mempersiapkan agenda kaderisasi bersama, denga membuka jalur-jalur perkuliahan dan shortcourse ke timur tengah seperti Al-Azhar University di Mesir, Ummul Qura University di Mekkah, Al-Ahqaf University di Yaman dll.

Dengan digelarnya halal bihalal ini, diharapkan sinergi antar pondok pesantren di Sulawesi Selatan semakin kuat, sehingga mampu melahirkan program-program kerja sama yang bermanfaat, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun sosial keagamaan.

Kiyai Kamaluddin Marsus, Pimpinan Pondok Pesantren MHQ Bone didapuk sebagai pembawa hikmah selaku salah satu Pimpinan pesantren terbesar di Indonesia Timur mengaku cukup terharu dengan suasana halal bi halal kali ini. "Selain nuansa ukhuwwah antar pesantren juga ada suasana haru melihat santri tunanetra dan binaan Yapti Makassar memberikan kesan tersendiri ternyata orang yang dianggap punya kekurangan ketika melewati pendidikan yang baik bisa juga berprestasi di level nasional, internation bahkan bisa menghafal Al Quran". Ujarnya. 

Para Pimpinan pesantren juga mendorong agar kedepan berkembang Pesantren-pesantren Tunanetra, dorongan itu menjadi support bersama untuk YAPTI dan Yayasan Gammara Inklusi yang dipimpin oleh Andi Zulfajrin, S. IP. Seorang tunanetra lulusan Hubungan International dari Universitas Brawijaya yang mendirikan yayasan di Makassar agar bisa memperjuangkan pendidikan tinggi dan pemberdayaan sahabat-sahabat tunanetra. 

Acara ditutup dengan doa bersama dan saling bermaafan, menandai semangat baru untuk bergerak bersama memajukan pesantren-pesantren, dengan mengusung semangat "Kita tidak sama tapi harus bersama".

By. Humas Kurir Langit
×
Berita Terbaru Update