Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Menguak Tabir di Balik Isu Upeti Tambang Bulukumba: Siapa Oknum yang Bermain?

Minggu, 29 Maret 2026 | 16.01 WIB Last Updated 2026-03-29T09:01:32Z

SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Jagat media sosial di Kabupaten Bulukumba mendadak riuh menyusul unggahan viral dari akun "Viral Bulukumba". Unggahan tersebut memuat pernyataan kontroversial yang diduga terlontar dari seorang pengusaha tambang berinisial H. Emmang, yang menjalankan aktivitas di Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe.

Dalam narasi yang beredar, pengusaha tersebut secara terang-terangan mengklaim adanya aliran dana atau "setoran" rutin kepada sejumlah pihak, mulai dari oknum Aparat Penegak Hukum (APH), oknum media, hingga organisasi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).


Catut Nama Oknum Tipidter Polres Bulukumba

Unggahan tersebut menyebutkan bahwa H. Emmang tidak gentar meski aktivitas tambangnya terus disorot. Ia bahkan berani mencatut nama oknum anggota Unit Tipidter Polres Bulukumba berinisial A, yang disebut-sebut sebagai penerima setoran bulanan untuk menjamin kelancaran aktivitas tambang yang diduga ilegal tersebut.


Iswanto, yang akrab disapa Iis, seorang praktisi media di Bulukumba, sangat menyayangkan pernyataan tersebut. Meski H. Emmang kabarnya telah memberikan klarifikasi dan menyebut isu itu sebagai hoax, Iis menilai bola panas ini sudah terlanjur menggelinding dan menciptakan mosi tidak percaya di masyarakat.


"Pernyataan ini menimbulkan tanda tanya besar. Muncul kecurigaan bahwa selama ini ada praktik di bawah meja yang mencederai marwah institusi kepolisian dan kredibilitas organisasi," ujar Iis.


Iis juga mengungkapkan kekecewaannya karena H. Emmang sempat menyebut nama media secara umum terkait adanya oknum wartawan yang mendatangi lokasinya dengan maksud tertentu.


"Klarifikasi apa pun saat ini terkesan hanya sebagai bentuk pembelaan semata. Tidak mungkin muncul narasi yang begitu spesifik dan viral jika tidak pernah terlontar. Bagi saya, ini adalah tantangan yang harus diusut tuntas," tegasnya.


Pengakuan yang Menggantung

Menariknya, saat dihubungi untuk dikonfirmasi, H. Emmang mengakui bahwa selama bulan Ramadhan dirinya tidak lagi dihubungi oleh pihak-pihak tersebut, apalagi memberikan uang. Namun, pernyataan ini justru semakin memperkuat spekulasi bahwa "komunikasi" serupa mungkin pernah terjadi di masa sebelumnya.


Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi Simpulindonesia.com telah mencoba menghubungi H. Emmang serta oknum anggota kepolisian yang namanya disebut, namun belum mendapatkan tanggapan resmi.


Reaksi Keras Kader Hijau Hitam

Pernyataan provokatif ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari keluarga besar HMI. Suandi Bali, salah satu tokoh pemuda sekaligus kader senior HMI di Bulukumba, menyatakan siap menyambut "tantangan" tersebut.


"Sebagai bagian dari keluarga besar HMI yang mengalir darah hijau hitam, saya menerima tantangan ini. Namun, pengusaha tersebut harus mempertanggungjawabkan setiap ucapannya secara hukum dan terbuka," tegas Suandi.


Ia mendesak transparansi penuh agar isu ini tidak menjadi fitnah liar. "Siapa aktor HMI yang terlibat? Apakah secara kelembagaan atau oknum pribadi? Ini harus dibuka agar publik tahu siapa yang bermain di balik layar," tambahnya.


Desakan Tindakan Tegas dan Proses Hukum

Lebih lanjut, Suandi mendesak agar semua pihak yang namanya dicatut segera diperiksa, termasuk oknum di Unit Tipidter Polres Bulukumba. Jika terbukti benar, ia meminta agar oknum-oknum tersebut "dilibas" hingga ke akar-akarnya demi menjaga integritas daerah.


Namun, jika tudingan tersebut terbukti tidak berdasar, Suandi meminta pengurus HMI Cabang Bulukumba untuk tidak tinggal diam.


"Jika ini hanya isapan jempol, maka ini adalah penghinaan serius terhadap marwah organisasi. HMI bukan tempat berlindung bagi oknum yang haus setoran. Kami meminta pengurus cabang segera melakukan langkah hukum atas pencemaran nama baik lembaga," tegasnya.


Suandi bahkan mengancam akan membawa persoalan ini ke tingkat Pengurus Besar (PB) HMI jika tidak ada tindakan tegas di tingkat lokal. "HMI dicetak untuk menjadi kader umat dan bangsa, bukan menjadi bemper aktivitas ilegal," tutupnya dengan nada tinggi.


Kini, publik menunggu nyali pihak kepolisian dan organisasi terkait untuk membersihkan nama baik mereka dari pusaran isu "setoran" tambang ilegal ini.


×
Berita Terbaru Update