Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Refleksi Satu Tahun Periode Kedua Kepemimpinan Andi Utta - Edy Manaf: Konsolidasi Strategis Menuju Bulukumba Berkelanjutan 2025-2030

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01.20 WIB Last Updated 2026-02-20T18:29:44Z



(Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia Bulukumba)

SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Tepat pada 20 Februari 2026, kepemimpinan Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf genap berusia satu tahun di periode kedua mereka. Ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan sebuah fase krusial: masa konsolidasi, penguatan fondasi, dan pembuktian atas komitmen keberlanjutan visi yang telah dicanangkan sejak periode pertama.

Matang dalam Kepemimpinan, Adaptif dalam Kebijakan
Sebagai praktisi media, saya melihat tahun pertama di periode kedua ini menunjukkan transformasi kepemimpinan yang semakin matang. Duet yang akrab disapa "Andi Utta - Edy Manaf" ini tampak lebih terstruktur dan adaptif dalam merespons dinamika global yang berdampak langsung ke daerah.

Beberapa pilar utama yang menjadi catatan penting dalam satu tahun terakhir meliputi:
  • Reformasi Birokrasi & Digitalisasi: Pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam mempercepat transformasi digital. Bukan sekadar tren, digitalisasi di sini menjadi instrumen efisiensi untuk menciptakan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
  • Kesinambungan Infrastruktur Strategis: Tidak ada proyek yang mangkrak. Program dasar seperti akses jalan, penguatan sektor pertanian, dan sektor perikanan tetap menjadi prioritas. Fokus pada identitas kemaritiman dan pariwisata bahari semakin mempertegas posisi Bulukumba di peta persaingan regional.
  • Resiliensi Ekonomi Lokal: Fokus pada penguatan UMKM dan stabilisasi harga pokok menunjukkan keberpihakan pemerintah pada ekonomi kerakyatan
Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan komunitas media, menjadi kunci dalam menjaga optimisme pasar dan stabilitas informasi.

Menghadapi Tantangan dengan Keterbukaan
Tentu, perjalanan satu tahun ini tidaklah sunyi dari tantangan. Dinamika anggaran dan ekspektasi masyarakat yang terus meningkat menjadi ujian nyata. Namun, satu hal yang patut diapresiasi adalah gaya kepemimpinan yang komunikatif. Keterbukaan terhadap kritik dan masukan dari kontrol sosial adalah modal utama dalam membangun daerah yang sehat secara demokrasi.
"Kepercayaan publik tidak lahir dari janji, melainkan dari konsistensi antara visi, kebijakan, dan realisasi nyata di lapangan."

Momentum Sinergi dan Kolaborasi
Sebagai bagian dari elemen pers, kami memandang fase satu tahun ini sebagai pijakan menentukan untuk empat tahun ke depan. Pemerintahan yang kuat bukan hanya diukur dari megahnya capaian fisik, tetapi dari seberapa inklusif pembangunan tersebut dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat Bulukumba.

Refleksi ini adalah momentum untuk mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan media. Dengan kolaborasi yang solid, periode kedua ini diharapkan mampu menghadirkan lompatan pembangunan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Selamat bekerja Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba periode 2025-2030. Semoga langkah ke depan semakin mempertegas komitmen pada kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

×
Berita Terbaru Update