Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

MPLS SMAN 10 Bulukumba Makin Berkelas: Bekali Siswa Etika Digital dan Keamanan Siber

Kamis, 16 Juli 2026 | 18.03 WIB Last Updated 2026-07-16T11:03:39Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 di UPT SMA Negeri 10 Bulukumba berlangsung dengan nuansa baru yang lebih visioner dan berkelas. Sekolah berupaya membekali peserta didik baru tidak hanya dengan pemahaman lingkungan akademis, tetapi juga dengan kecakapan hidup yang krusial di era digital: etika dan keamanan siber.

​Untuk memastikan penyampaian materi yang mendalam, SMAN 10 Bulukumba menghadirkan Dr. Muhammad Yusran, S.Kom., M.Kom., seorang pendidik dari SMAN 15 Bulukumba sekaligus Fasilitator Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam rangkaian MPLS tahun ini.

​Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan ancaman siber, sekolah memegang peran vital. Dr. Muhammad Yusran menegaskan bahwa aktivitas digital bukanlah ruang hampa, melainkan perpanjangan dari kehidupan nyata yang memerlukan tanggung jawab tinggi.

Prinsip 3S dan Keadaban Digital

Salah satu inti materi yang disampaikan adalah pengenalan prinsip 3S: Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break. Peserta didik diajak untuk mengelola durasi penggunaan layar, menentukan tempat yang tepat saat beraktivitas digital, dan pentingnya memberikan jeda agar tetap produktif serta sehat secara mental.

​Selain aspek teknis, aspek "keadaban digital" menjadi penekanan utama. Peserta didik diingatkan bahwa di balik setiap akun media sosial terdapat manusia nyata. Oleh karena itu, komunikasi harus tetap mengedepankan kesantunan, kejujuran, dan penghormatan. Kebebasan berpendapat, tegasnya, bukanlah tiket untuk melanggar hak orang lain.

Keamanan Siber dan Etika AI

Dalam sesi yang interaktif, siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai ancaman siber seperti phishing, penyalahgunaan akun, hingga pencurian data pribadi. Mereka diajarkan rumus "Berhenti, Pikirkan, Periksa, Bagikan" untuk menangkal hoaks. Selain itu, materi mengenai Kecerdasan Artifisial (AI) dikupas sebagai alat bantu berpikir, bukan pengganti proses intelektual peserta didik.

Sinergi Pendidik Bulukumba

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antarsatuan pendidikan di Bulukumba. SMAN 10 Bulukumba sebagai tuan rumah menunjukkan responsivitas yang tinggi terhadap kebutuhan literasi digital generasi Z, sementara kontribusi Dr. Muhammad Yusran dari SMAN 15 Bulukumba menjadi contoh konkret bagaimana pendidik dapat berbagi keahlian demi memajukan kualitas pendidikan di daerah.

​Dengan mengusung nilai Santun, Aman, Kritis, dan Bertanggung Jawab, SMAN 10 Bulukumba berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga cerdas dalam menavigasi ekosistem digital yang kompleks.


×
Berita Terbaru Update