Sesi pembekalan ini difokuskan pada bahaya laten narkotika dan zat adiktif (napza), yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa serta meningkatkan kesadaran hukum sejak dini di lingkungan pendidikan.
Dalam paparannya, Iptu Rudi menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok yang sangat rentan terpapar narkoba akibat rasa ingin tahu yang tinggi, pengaruh pergaulan bebas, hingga tekanan lingkungan. Ia memberikan peringatan keras kepada ratusan siswa mengenai dampak destruktif narkotika.
"Narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi penghancur masa depan. Banyak cita-cita luhur yang kandas karena penyalahgunaan barang haram ini. Saya tekankan kepada seluruh siswa, beranilah berkata 'tidak' untuk narkoba dalam bentuk apa pun," ujar Iptu Rudi di hadapan para siswa.
Lebih lanjut, Iptu Rudi memaparkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara kolektif. Ia mengajak siswa untuk lebih selektif dalam memilih teman bergaul dan menyibukkan diri dengan kegiatan positif. Selain itu, ia juga mendorong siswa agar tidak segan melaporkan kepada guru, orang tua, atau pihak kepolisian jika menemukan indikasi penyalahgunaan zat berbahaya di sekitar mereka.
Kepala SMP Negeri 2 Bulukumba, Drs. Sahiruddin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, edukasi ini adalah langkah preventif strategis agar siswa memiliki fondasi moral dan pengetahuan yang kuat sebelum memulai proses belajar mengajar.
"Tujuan kami bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali siswa dengan kesadaran akan tantangan masa depan. Sinergi dengan pihak kepolisian menjadi langkah nyata sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan sehat," jelas Sahiruddin.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait demi memastikan SMP Negeri 2 Bulukumba tetap menjadi zona bebas narkoba.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias dari para peserta didik. Diharapkan, melalui pembekalan ini, 253 siswa baru SMP Negeri 2 Bulukumba tidak hanya memiliki kesadaran hukum yang tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi berprestasi yang berintegritas dan tangguh melawan pengaruh negatif. (Red-msi)

