Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Nakes Pertaruhkan Nyawa, Dampingi Ibu Hamil Kritis Naik Katinting Terjang Ombak Selat Kabaena

Sabtu, 23 Mei 2026 | 15.32 WIB Last Updated 2026-05-23T08:34:04Z

Gambar : Tangkapan layar video yang beredar saat seorang bidan mendampingi pasien kritis menggunakan perahu. (Foto/Ist).


BOMBANA__SIMPULINDONESIA.COM,— Perjuangan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan kembali menyentuh hati publik. Sabtu (23/05/2026).


Sebuah video yang memperlihatkan bidan dan tenaga kesehatan mendampingi seorang ibu hamil kritis menyeberangi Selat Kabaena menggunakan perahu motor katinting viral di media sosial dan menuai gelombang simpati warganet.


Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Kabaena Timur, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (22/5/2026) pagi.


Seorang ibu hamil bernama Siar, warga Desa Wumbuburo, terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Kasipute, ibu kota Kabupaten Bombana, demi mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap dan aman untuk proses persalinannya.


Deru mesin katinting memecah sunyi pagi. Di atas perahu kayu sederhana yang dihantam ombak Selat Kabaena, Siar tampak terbaring lemah menahan kontraksi yang kian intens. Wajahnya pucat, sesekali memegangi tubuhnya menahan rasa sakit.


Dalam kondisi penuh risiko, para tenaga kesehatan dari Puskesmas Kabaena Timur tetap sigap mendampingi pasien sepanjang perjalanan laut. 


Mereka memastikan kondisi ibu hamil tetap stabil hingga tiba di rumah sakit rujukan.


Video perjuangan tersebut diunggah akun Facebook resmi PKM Kabaena Timur dan langsung menyedot perhatian luas. 


Dalam unggahan itu, terselip pesan menyentuh yang menggambarkan beratnya pengabdian tenaga kesehatan di daerah terpencil.


“Ketika mulai merasa bahwa profesi ini berat, ingat kembali lagi bahwa ternyata tangan yang sempat ku ragukan ini bisa jadi penolong utk kesembuhan atau keselamatan manusia yang lain. Jumat 22 mei 2026 merujuk💪,” tulis caption dalam unggahan tersebut, dikutip Sabtu (23/5/2026).


Rujukan pasien melalui jalur laut seperti ini bukan hal baru bagi tenaga kesehatan di wilayah kepulauan Kabaena. 


Keterbatasan akses transportasi dan fasilitas kesehatan memaksa mereka bekerja ekstra demi keselamatan pasien.


Di tengah ganasnya ombak dan jauhnya jarak tempuh, para bidan dan tenaga kesehatan tetap menjalankan tugas kemanusiaan. 


Mereka bukan sekadar petugas medis, tetapi juga menjadi harapan hidup bagi warga di daerah yang minim akses layanan kesehatan.


Kisah ini pun dibanjiri apresiasi dari warganet. Banyak yang mengaku salut dan terharu melihat dedikasi tenaga kesehatan yang rela mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan ibu dan calon bayi.

×
Berita Terbaru Update