Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Desa Bontorannu Resmi Dicanangkan sebagai Kampung Pramuka, Wabup Bulukumba: Jadi Episentrum Karakter dan Mitigasi Bencana

Rabu, 20 Mei 2026 | 18.14 WIB Last Updated 2026-05-20T12:48:58Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA – Lapangan sepak bola Desa Bontorannu, Kecamatan Kajang, menjadi saksi momentum bersejarah gerakan kepanduan di Kabupaten Bulukumba. Pada Rabu (20/5/2026) sore pukul 16.30 WITA, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bulukumba yang juga Wakil Bupati Bulukumba, H. Andi Edy Manaf, S.Sos., secara resmi mencanangkan Desa Bontorannu sebagai Kampung Pramuka.

Peresmian tersebut dirangkaikan dengan pembukaan Pesta Siaga Kwartir Ranting (Kwarran) Kajang Tahun 2026 yang mengusung tema "Siaga GESIT" (Gembira, Semangat, Inovatif, Terampil).

Disambut Tari Tradisional Kajang
Setibanya di lokasi acara, kehadiran Ketua Kwarcab Bulukumba beserta rombongan disambut hangat dengan prosesi adat. Rombongan disuguhkan Tari Tradisional Pabbitte Passapu yang dibawakan secara apik oleh Sanggar Seni Budaya Turiolo Kajang (SSBTK). Tarian ini menambah kesakralan dan nuansa budaya yang kental di bumi perkemahan.

Hadir mendampingi Ketua Kwarcab dalam prosesi ini, Ketua Kwarran Kajang Suwardi, S.Pd., M.Si., Kepala Desa Bontorannu Arman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kajang, serta ratusan pembina dan peserta didik dari berbagai pangkalan gugus depan se-Kecamatan Kajang.

Sinergi Jangka Panjang dan Fokus Mitigasi Bencana
Berdasarkan laporan resmi panitia pelaksana yang dimotori oleh jajaran pendidik dari SDN 112 Barang, perhelatan akbar ini berlangsung selama dua hari, yakni 20–21 Mei 2026. Pendirian Kampung Pramuka di Bontorannu ini membawa misi strategis jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Melalui integrasi program kepramukaan, kawasan ini ditargetkan menjadi episentrum pendidikan karakter guna membentuk pemuda yang tangguh serta memiliki kesiapsiagaan tinggi terhadap mitigasi bencana.

"Kesuksesan pembukaan acara ini tidak terlepas dari kontribusi aktif dan gotong-royong seluruh Gugus Pangkalan Depan (Gudep) di wilayah Kwarran Kajang. Kami juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Pemerintah Desa Bontorannu yang telah memfasilitasi lahan dan sarana," ujar perwakilan panitia dalam laporannya.

Pramuka Bukan Sekadar Atribut
Apresiasi tinggi juga datang dari Pemerintah Kecamatan Kajang. Dalam arahannya, pihak kecamatan menegaskan pesan filosofis yang mendalam mengenai esensi gerakan kepanduan kepada seluruh peserta yang hadir.

"Pramuka itu bukan sekadar baju seragam atribut cokelat tua dan cokelat muda yang dipakai pada momen tertentu. Pramuka adalah identitas, jiwa ksatria, lambang kedisiplinan, dan komitmen nyata untuk mengabdi pada masyarakat," tegas perwakilan Pemerintah Kecamatan Kajang.

Pihak kecamatan berharap keberadaan Kampung Pramuka dan Pesta Siaga ini dapat menjadi wadah konkret dalam mengarahkan generasi muda ke arah pembentukan karakter positif di tengah derasnya tantangan zaman.



Catatan Prestasi dan Visi Ketua Kwarcab
Sebelum memukul gong tanda dibukanya acara secara resmi, Ketua Kwarcab Bulukumba, Andi Edy Manaf, menyampaikan pidato visioner yang menyoroti sejumlah poin penting:
  • Apresiasi Prestasi Kwarran Kajang: Edy Manaf mengapresiasi geliat Pramuka di Kecamatan Kajang yang dinilai konsisten menunjukkan progres luar biasa. Pada perhelatan Lomba Pramuka tingkat Kabupaten sebelumnya, Kwarran Kajang berhasil menyabet predikat Juara 2 Terbaik.
  • Kedermawanan Warga: Secara khusus, Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada pemilik lahan yang dengan sukarela menyerahkan tanahnya untuk dikelola menjadi area Kampung Pramuka. Ia menyebut aksi ini sebagai amal jariyah untuk masa depan generasi muda.
  • Bulukumba sebagai Pelopor: Tidak semua kabupaten di Sulawesi Selatan mampu menggerakkan potensi desanya menjadi Kampung Pramuka secara masif. Bulukumba dinilai berhasil menularkan gerakan ini mulai dari Gatarang, Rilau Ale, Ujung Loe, Bontobahari, hingga Kajang.
  • Menjaga Kelestarian Ekologis Kajang: Mengingat Kajang dikenal secara global sebagai wilayah yang teguh menjaga adat dan kelestarian alam, Edy Manaf berpesan agar pembangunan fisik di Kampung Pramuka tidak merusak tatanan ekologis sekitar.

Lebih lanjut, Edy Manaf menekankan bahwa Pramuka harus hadir sebagai jembatan emosional antara orang tua dan generasi milenial serta Gen-Z yang saat ini mulai renggang akibat ketergantungan pada gawai (smartphone).

Ke depan, Kampung Pramuka Desa Bontorannu ditegaskan tidak boleh sekadar menjadi tempat berkemah musiman. Kawasan ini harus bertransformasi menjadi pusat aktivitas kemasyarakatan, simulasi tanggap darurat, serta pusat peradaban karakter positif bagi pemuda di Kabupaten Bulukumba.

Pencanangan Kampung Pramuka Bontorannu ini kemudian ditutup dengan pemukulan gong oleh Ketua Kwarcab, menandai babak baru bagi kesiapan pemuda Bulukumba yang berkarakter luhur, berbakti pada bangsa, dan bersahabat dengan alam.(Red-Msi)


×
Berita Terbaru Update