Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Aib Terbongkar! Guru PPPK Konawe Berzina di Rumah Mertua, Istri Tangkap Basah

Selasa, 19 Mei 2026 | 12.59 WIB Last Updated 2026-05-19T05:59:09Z

Gambar : Tangkapan layar video yang di terima SIMPULINDONESIA.COM. (Foto/Ist).


KONAWE__SIMPULINDONESIA.COM,— Skandal dugaan perselingkuhan yang menyeret dua oknum guru PPPK di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Konawe mulai membuka lapisan fakta yang mengundang tanda tanya besar. Selasa (19/05/2026).


Peristiwa yang dipergoki langsung oleh istri sah ini tak sekadar isu rumah tangga, tetapi menyeret dugaan pelanggaran etik hingga relasi kerja yang mencurigakan.


Astriani, istri dari pria berinisial IS, mengaku tidak sekadar diliputi kecurigaan tanpa dasar. 


Ia menyebut ada pola kedekatan intens antara suaminya dengan rekan kerja perempuan berinisial WA yang terbangun sejak keduanya terlibat dalam pengelolaan dana BOS sekolah.


“Awalnya saya hanya curiga karena mereka terlalu sering berkomunikasi. Saya pernah menemukan chat mereka yang ada kata sayangnya dan waktu itu sempat diakui, tetapi alasannya hanya khilaf dan disebut sebatas komunikasi biasa,” ujar Astriani kepada wartawan.


Namun, kecurigaan itu berubah menjadi dugaan kuat ketika Astriani menemukan fakta di lapangan yang sulit terbantahkan. 


Pada Senin malam (18/5/2026), ia mendapati sepeda motor milik WA terparkir di rumah mertuanya di Kecamatan Lambuya lokasi yang seharusnya menjadi ruang aman bagi keluarga, bukan arena dugaan pengkhianatan.


Alih-alih langsung masuk, Astriani memilih mengamati. Lebih dari dua jam ia menunggu di luar, memantau setiap gerak-gerik dengan kecurigaan yang semakin menguat. 


Situasi berubah saat lampu kamar tiba-tiba dimatikan.


“Saya tunggu lebih dari dua jam. Setelah lampu kamar dimatikan, saya mulai merekam video karena curiga mereka berada di dalam kamar,” katanya.


Apa yang terjadi setelah itu menjadi puncak dari dugaan skandal ini. 


Astriani mengaku memergoki langsung suaminya bersama WA dalam situasi yang ia sebut sebagai hubungan terlarang di dalam kamar rumah mertuanya sendiri.


“Saya sangat kecewa. Terlebih mereka melakukan perbuatan itu di rumah mertua saya, di kamar tempat saya biasa tidur. Bahkan dalam rumah itu masih ada mertua saya, yang membuat saya semakin kecewa karena terkesan membiarkan perbuatan tercela tersebut,” ungkapnya.


Kasus ini kini tidak hanya dipandang sebagai persoalan pribadi, tetapi mulai disorot sebagai dugaan pelanggaran etik serius oleh aparatur PPPK yang berprofesi sebagai tenaga pendidik. 


Kedekatan yang awalnya disebut terbangun dari urusan pekerjaan pengelolaan dana BOS justru kini memunculkan pertanyaan baru apakah relasi profesional telah melampaui batas hingga berujung pada dugaan hubungan terlarang?


Astriani telah melaporkan peristiwa ini ke Polres Konawe, berharap ada proses hukum yang berjalan transparan. 


Di sisi lain, publik menanti sikap tegas dari pihak sekolah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait integritas tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor maupun pihak sekolah. 


Namun tekanan publik terus menguat, menuntut kejelasan atas dugaan skandal yang tak hanya mencoreng institusi pendidikan, tetapi juga mengoyak nilai moral yang seharusnya dijaga para pendidik.


×
Berita Terbaru Update