Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

ART Diduga Dicabuli di Rumah Bupati Konawe Selatan, Korban Diancam Agar Bungkam!

Kamis, 14 Mei 2026 | 08.57 WIB Last Updated 2026-05-14T01:57:11Z

Gambar : Asisten Rumah Tangga di Kediaman Bupati Konawe Selatan diduga menjadi korban pencabulan. (Foto/Ist).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Aroma skandal serius menyeruak dari lingkaran kekuasaan daerah. Kamis (14/05/2026).


Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial SA diduga menjadi korban pencabulan di kediaman Bupati Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). 


Kasus ini tak hanya menyisakan trauma mendalam bagi korban, tetapi juga memunculkan dugaan kuat adanya upaya pembungkaman melalui ancaman.


Peristiwa yang disebut terjadi pada Selasa (12/5/2026) di sebuah rumah di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari itu kini menyeret perhatian publik. 


Bukan sekadar dugaan kekerasan seksual, tetapi juga indikasi adanya relasi kuasa yang diduga dimanfaatkan untuk menekan korban.


SA, yang bekerja sebagai ART di rumah tersebut, dikabarkan mengalami tekanan psikis berat pascakejadian. 


Ia memilih melarikan diri dan mencari perlindungan hukum, menolak kembali ke tempat yang kini ia anggap sebagai sumber trauma.


Lebih mengejutkan, korban disebut mengalami intimidasi setelah kejadian. Ancaman itu diduga menjadi upaya untuk membungkam agar kasus ini tidak mencuat ke publik. 


Namun keberanian korban untuk melapor justru membuka tabir dugaan praktik gelap di balik dinding rumah pejabat.


Korban akhirnya melapor ke Polresta Kendari dan langsung menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara. 


Kondisinya memprihatinkan, lemas, mata sembap, bahkan harus dibantu menggunakan kursi roda saat tiba di rumah sakit.


Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau membenarkan adanya laporan tersebut.


“Iya benar, korban baru melapor malam ini, langsung didampingi anggota untuk melakukan visum ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari,” ungkapnya, Rabu (13/5/2026).


Hubungan antara korban dan pelaku pun belum diungkap ke publik. 


Namun proses penyelidikan disebut terus berjalan, termasuk pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian.


"Korban trauma mendalam minta perlindungan diri ke Polresta Kendari. Baru lapor malam ini, korban takut, diancam jika berani ke polres melapor," tegasnya.


Upaya konfirmasi kepada Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, masih terus dilakukan. 


Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

×
Berita Terbaru Update