Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Gekrafs Lantik Serentak DPW dan 10 DPC se-Sultra, Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Pilar Baru Nasional

Minggu, 17 Mei 2026 | 14.54 WIB Last Updated 2026-05-17T07:54:09Z
(Foto/Ist).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggelar pelantikan serentak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Tenggara bersama 10 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Sultra di STIE 66 Kendari, Sabtu (16/5/2026). 


Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dari daerah hingga tingkat nasional.


Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian hadir langsung melantik Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tenggara, Muhammad Mirad. 


Pada kesempatan yang sama, DPW Sultra juga melantik jajaran pengurus DPC dari Kabupaten Kolaka, Konawe, Buton Selatan, Kolaka Timur, Muna, Bombana, Kota Kendari, Wakatobi, Muna Barat, dan Kolaka Utara.


Dalam sambutannya, Kawendra menegaskan bahwa ekonomi kreatif kini menjadi perhatian serius pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.


“Indonesia adalah negara pertama yang memiliki Kementerian Ekonomi Kreatif dan Hari Ekonomi Kreatif Nasional. Di Astacita Presiden Prabowo Subianto, ekonomi kreatif disebut dua kali. Pertama dalam konteks ekonomi kreatif, kemudian industri kreatif dalam konteks sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Kawendra, Sabtu (16/5/26).


Menurutnya, perhatian besar pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif juga terlihat dari dukungan anggaran yang disiapkan negara.


“Artinya Presiden Prabowo saat ini memberikan perhatian yang luar biasa, termasuk menganggarkan Rp10 triliun pada tahun 2026 untuk pendanaan berbasis IP,” lanjutnya.


Kawendra juga mengutip pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menyebut bahwa perekonomian global, termasuk Indonesia, sedang mengalami pergeseran besar.


“Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan perekonomian di dunia dan Indonesia saat ini sedang shifting dari ekonomi ekstraktif menuju ekonomi kreatif. Sayangnya, literasi ekonomi kreatif di Indonesia masih terbatas,” katanya.


Ia menegaskan, kehadiran Gekrafs hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman, kolaborasi, dan pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah.


“Itulah alasan Gekrafs hadir bersama Gekrafs provinsi dan Gekrafs kabupaten/kota. Ini perjuangan bersama untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, membuka peluang kerja baru, serta melahirkan pelaku-pelaku kreatif daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tenggara Muhammad Mirad menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Gekrafs sebagai wadah kolaborasi lintas sektor bagi para pelaku ekonomi kreatif di Sultra.


Ketua OKK DPP Gekrafs Arifin Ihsan Rismansyah menambahkan, pelantikan serentak ini diharapkan menjadi momentum penguatan jaringan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara, sekaligus mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis potensi lokal di masing-masing daerah.

×
Berita Terbaru Update