KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di Sulawesi Tenggara. Senin (06/04/2026).
Kali ini, sorotan tajam datang dari Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Tenggara (Sultra) terhadap aktivitas mencurigakan di SPBN Djamalia Ningsih di Lapulu Kota Kendari yang diduga kuat menyimpang dari sistem distribusi resmi.
Wakil Ketua IMALAK Sultra, Azizul, mengungkap temuan yang mengindikasikan adanya praktik terorganisir dalam penyaluran solar subsidi.
Modusnya kata Azizul, solar disinyalir tidak langsung diberikan kepada masyarakat yang berhak, melainkan diduga ditimbun terlebih dahulu oleh oknum tertentu.
“Solar ini tidak disalurkan sesuai aturan. Ada indikasi kuat ditampung di rumah maupun gudang, lalu dijual kembali dengan harga yang sudah dimainkan,” tegas Azizul.
Temuan paling mencolok, kata dia, terjadi saat SPBN dalam kondisi tertutup.
Meski pagar dikunci dan operasional resmi berhenti, justru diduga berlangsung aktivitas pemuatan BBM ke sejumlah kendaraan.
“Ini bukan lagi pelanggaran biasa. Saat SPBN tutup, justru ada aktivitas pengisian. Ini mengarah pada praktik terstruktur dan sistematis,” ujarnya.
Azizul juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat yang disebut-sebut “mengawal” aktivitas ilegal tersebut.
Jika benar, hal ini dinilai sebagai bentuk pembiaran serius terhadap praktik yang merugikan negara dan masyarakat kecil.
Praktik semacam ini diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang secara tegas melarang penimbunan serta penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.
“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi sudah masuk kategori kejahatan distribusi energi. Negara dirugikan, rakyat kecil dikorbankan,” tegas Azizul.
IMALAK Sultra mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan mafia solar tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak internal maupun oknum aparat.
“Jangan ada yang dilindungi. Jika benar ada praktik mafia, bongkar sampai ke akar-akarnya,” tutupnya.
Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait, Tim SIMPULINDONESIA.COM masih berupaya melakukan konfirmasi.
