KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Seorang ibu rumah tangga berinisial FY mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria yang dikenalnya di Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Kamis (16/04/2026).
Peristiwa tersebut diduga terjadi di sebuah rumah warga pada waktu menjelang malam dan berlanjut hingga keesokan harinya.
Menurut keterangan korban, awalnya terduga pelaku inisial A tersebut mencari dirinya pada pagi hari, namun mereka baru bertemu saat sore menjelang magrib.
Saat itu, terduga pelaku memanggil korban untuk berbicara secara pribadi dan mengajaknya masuk ke dalam rumah dengan alasan agar pembicaraan tidak didengar orang lain.
Di dalam rumah, terduga pelaku sempat menanyakan terkait utang korban kepada istri terduga pelaku.
Namun, percakapan kemudian berubah arah ketika terduga pelaku diduga mulai melakukan tindakan tidak pantas, termasuk menyentuh bagian tubuh korban tanpa persetujuan.
Korban mengungkapkan, terduga pelaku diduga beberapa kali melakukan sentuhan pada bagian paha sambil menawarkan solusi pelunasan utang dengan syarat korban bersedia melayani hasrat seksualnya.
Tawaran tersebut bahkan disertai janji pemberian uang secara bertahap untuk melunasi utang korban.
“Dia bilang, kalau saya mau, setiap pertemuan dia akan kasih uang untuk bayar utang, tapi dengan syarat harus memenuhi keinginannya,” ungkap FY.
Korban mengaku tidak memberikan respons dan memilih diam karena merasa kaget, takut, serta bingung menghadapi situasi tersebut.
Setelah percakapan berakhir, pelaku meminta nomor telepon korban dan mendesaknya untuk memberikan jawaban pada malam itu.
Keesokan harinya, pelaku kembali mendatangi rumah korban dan menanyakan keberadaannya kepada ibu korban. Hal ini semakin membuat korban merasa tertekan.
Situasi sempat memanas ketika istri pelaku mendatangi korban dan menuding korban telah bersikap tidak baik terhadap suaminya.
Korban pun membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya justru menjadi pihak yang dirugikan.
“Tidak ada orang mau bayar utang dengan cara seperti itu,” tegas FY.
Merasa tidak nyaman dan terancam, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada anggota keluarganya untuk mendapatkan perlindungan dan dukungan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait tindak lanjut kasus tersebut.
Namun, peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan dari segala bentuk pelecehan seksual, termasuk yang berkedok relasi utang piutang.
