KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat upaya mendorong budaya keterbukaan informasi publik di kalangan akademisi. Hal ini ditandai dengan audiensi KI Sultra ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Jumat (16/4/2026).
Audiensi tersebut menjadi bagian dari penguatan program Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi (ASE), sekaligus menjajaki kerja sama kelembagaan melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Rombongan KI Sultra yang terdiri dari para komisioner dan jajaran sekretariat disambut langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IAIN Kendari, Sitti Fauziah M., bersama jajaran kampus.
Komisioner KI Sultra Divisi Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi, Rahmawati, menegaskan bahwa peran Komisi Informasi tidak hanya sebatas menyelesaikan sengketa informasi publik.
“Komisi Informasi juga memiliki mandat strategis dalam membangun budaya keterbukaan informasi di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program KI Goes to Campus menjadi salah satu instrumen utama dalam memperluas literasi keterbukaan informasi, khususnya di kalangan mahasiswa yang dinilai sebagai kelompok strategis.
Menurutnya, pendekatan melalui program ASE dirancang secara terstruktur agar mampu meningkatkan pemahaman sekaligus partisipasi publik terhadap hak atas informasi.
Selain sosialisasi, KI Sultra juga membuka peluang kerja sama formal dengan IAIN Kendari melalui penandatanganan MoU.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat sinergi dalam pengembangan program keterbukaan informasi di lingkungan kampus.
Sementara itu, Wakil Rektor III IAIN Kendari, Sitti Fauziah M., menyambut positif rencana kerja sama tersebut. Ia menilai, masih terdapat berbagai aspek keterbukaan informasi publik yang perlu diperkuat di lingkungan perguruan tinggi.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini, termasuk pelaksanaan program KI Goes to Campus. Ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa,” katanya.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep keterbukaan informasi publik, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas di masyarakat.
Audiensi ini menjadi langkah awal bagi KI Sultra dan IAIN Kendari dalam membangun kolaborasi berkelanjutan guna memperkuat budaya keterbukaan informasi di lingkungan kampus.
