Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Cerita Dibalik GEMAH ASRI pada KUA Bontobahari, Ini yang Tengah Dilakukan!

Jumat, 17 April 2026 | 21.20 WIB Last Updated 2026-04-17T14:21:24Z

SIMPULINDONESIA.com_Bontobahari – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bontobahari terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Gerakan Jum’at Aman, Sehat, Resik, dan Indah (GEMAH ASRI) sebagaimana tertuang dalam kebijakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Nomor 2 Tahun 2026.

Kepala KUA Bontobahari, H. Muhammad Ansar Mahdy, menegaskan bahwa pelaksanaan GEMAH ASRI menjadi kegiatan rutin yang meski dilaksanakan setiap hari Jumat di lingkungan KUA.

Komitmen tersebut lanjut H. Ansar semakin kuat dengan adanya adanya kebijakan dari Dirjen Bimas. 


“Program ini merupakan tindak lanjut dari regulasi Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Nomor 2 Tahun 2026 tentang pelaksanaan GEMAH ASRI pada Kantor Urusan Agama. Kegiatan ini kami laksanakan secara konsisten setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, bersih, dan indah,” jelasnya.

Sementara itu, Abd. Halim Amsur menyampaikan bahwa pelaksanaan GEMAH ASRI di KUA Bontobahari memiliki dinamika tersendiri. 

Menurutnya, fokus kegiatan saat ini tidak lagi pada penanaman, melainkan pada pemeliharaan lingkungan yang telah lebih dahulu tertata.

“KUA Bontobahari bukan lagi fokus pada penanaman pohon, tetapi lebih pada pemeliharaan. Sebab, sudah banyak pepohonan yang tumbuh baik di taman depan maupun di bagian belakang kantor,” ujarnya.

Ia menambahkan, terdapat dua pohon besar yang kini tumbuh tinggi dan memberikan keteduhan, namun di sisi lain juga membawa tantangan tersendiri, khususnya pada bagian halaman yang menggunakan paving block.

“Menariknya, pada bagian halaman depan yang dipasang paving block, sudah beberapa kali dilakukan perbaikan. Ini disebabkan oleh akar pohon yang terus membesar dan menjalar hingga menyebabkan permukaan paving menjadi tidak rata,” tambahnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, kerap mengharuskan dilakukan renovasi ulang pada lantai halaman sebagai bentuk penataan ulang lingkungan.

Menanggapi hal itu, Penyuluh Agama KUA Bontobahari, Pirmansyah, menyampaikan kegiatan perbaikan tersebut sudah menjadi hal yang cukup akrab di lingkungan kantor.

“Perbaikan seperti ini, kini menjadi sahabat baru, operasi lahan,” sebutnya dengan nada santai. 

“Kalau sudah mulai ada paving yang naik atau tidak rata, biasanya teman-teman menyebutnya ‘eksekusi lahan’. Itu tanda-tanda akan ada pembongkaran lagi,” ujarnya sambil bercanda bersama teman-teman penyuluh lainnya.

Menurutnya, meskipun terkesan sederhana, hal tersebut menunjukkan bahwa pepohonan yang ditanam sebelumnya tumbuh dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

Dengan pelaksanaan GEMAH ASRI yang berkelanjutan, KUA Bontobahari diharapkan dapat terus menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan kerja yang hijau, sehat, dan nyaman, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, jenis pohon yang menyebabkan pergeseran paving tersebut belum diketahui secara pasti.

×
Berita Terbaru Update