Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Misi Damai Nusantara: Iran Sambut Positif Tawaran Mediasi Prabowo Subianto atas Konflik AS-Israel

Senin, 02 Maret 2026 | 02.05 WIB Last Updated 2026-03-01T19:15:58Z
Gambar : Ilustrasi (Gemini)

SIMPULINDONESIA.com_ JAKARTA,- (2/3/26)- Situasi geopolitik Timur Tengah kembali membara menyusul serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026). Di tengah ketegangan yang mengancam stabilitas global tersebut, Pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomasi proaktif.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta secara resmi menyatakan menyambut baik tawaran Indonesia untuk menjadi mediator dalam meredakan konflik tersebut.

Komitmen Presiden Prabowo: Siap Terbang ke Teheran
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto secara pribadi menyatakan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran guna memfasilitasi dialog damai. Namun, langkah ini diambil dengan menjunjung tinggi prinsip menghormati kedaulatan negara.

"Indonesia siap menjadi bridge builder (jembatan komunikasi). Presiden Prabowo bersedia melakukan kunjungan ke Teheran untuk memediasi konflik, asalkan proposal ini disetujui oleh kedua belah pihak—baik Iran maupun Amerika Serikat," ujar juru bicara Kemlu RI.

Langkah Strategis di Tengah "Board of Peace"
Inisiatif ini menegaskan posisi strategis Indonesia dalam kancah internasional. Keterlibatan ini juga selaras dengan peran aktif Indonesia dalam Board of Peace (BoP/Dewan Perdamaian), sebuah forum global yang fokus pada penyelesaian konflik.

Pakar hubungan internasional menilai langkah ini sebagai wujud nyata politik luar negeri Indonesia yang "bebas aktif"—tidak memihak blok manapun, namun aktif dalam mengupayakan perdamaian.

Ancaman Stabilitas Global dan Dampak Ekonomi
Serangan ke Iran tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga memicu kepanikan di pasar ekonomi global. Ketegangan ini berpotensi:


Indonesia berharap melalui mediasi ini, dialog damai dapat segera terbangun, mencegah eskalasi perang yang lebih luas, dan melindungi kepentingan ekonomi nasional serta dunia. (Red-Msi)
×
Berita Terbaru Update