
![]() |
| Gambar : Ilustrasi (Gemini) |
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta secara resmi menyatakan menyambut baik tawaran Indonesia untuk menjadi mediator dalam meredakan konflik tersebut.
Komitmen Presiden Prabowo: Siap Terbang ke Teheran
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto secara pribadi menyatakan kesediaannya untuk bertolak ke Teheran guna memfasilitasi dialog damai. Namun, langkah ini diambil dengan menjunjung tinggi prinsip menghormati kedaulatan negara.
"Indonesia siap menjadi bridge builder (jembatan komunikasi). Presiden Prabowo bersedia melakukan kunjungan ke Teheran untuk memediasi konflik, asalkan proposal ini disetujui oleh kedua belah pihak—baik Iran maupun Amerika Serikat," ujar juru bicara Kemlu RI.
Langkah Strategis di Tengah "Board of Peace"
Inisiatif ini menegaskan posisi strategis Indonesia dalam kancah internasional. Keterlibatan ini juga selaras dengan peran aktif Indonesia dalam Board of Peace (BoP/Dewan Perdamaian), sebuah forum global yang fokus pada penyelesaian konflik.
Pakar hubungan internasional menilai langkah ini sebagai wujud nyata politik luar negeri Indonesia yang "bebas aktif"—tidak memihak blok manapun, namun aktif dalam mengupayakan perdamaian.
Ancaman Stabilitas Global dan Dampak Ekonomi
Serangan ke Iran tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga memicu kepanikan di pasar ekonomi global. Ketegangan ini berpotensi:
- Lonjakan Harga Energi: Gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah dapat memicu kenaikan harga bahan bakar global.
- Gangguan Rute Perdagangan: Selat Hormuz, jalur krusial perdagangan internasional, terancam tidak aman.
Indonesia berharap melalui mediasi ini, dialog damai dapat segera terbangun, mencegah eskalasi perang yang lebih luas, dan melindungi kepentingan ekonomi nasional serta dunia. (Red-Msi)



