Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Akses Utama Kajang Lumpuh Total Akibat Banjir Rob, Pemerintah dan DPRD Didesak Ambil Langkah Nyata

Jumat, 27 Maret 2026 | 18.55 WIB Last Updated 2026-03-27T15:08:06Z
Gambar : Kondisi Jalan saat air meluap di Raowa kajang(Dok-ist)


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Infrastruktur jalan menuju Jembatan Raowa yang menghubungkan Desa Lambang Lohe, Possi Tanah, dan Desa Pantama di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, kini dalam kondisi kritis. Fenomena banjir rob (luapan air laut) yang intensitasnya kian meningkat telah melumpuhkan total mobilitas warga dan sektor ekonomi di wilayah perbatasan tersebut.

Jalur ini merupakan urat nadi utama bagi masyarakat dan pelaku usaha menuju pusat Kota Kecamatan Kajang. Namun, setiap kali pasang air laut tiba, badan jalan terendam dalam durasi yang cukup lama, memutus konektivitas antarwilayah dan mengubah akses darat menjadi area yang tidak dapat dilalui kendaraan standar.


Dilema Pengguna Jalan: Risiko Kerusakan atau Terisolasi

Kondisi ini menempatkan warga pada pilihan sulit. Pengendara terpaksa menunggu berjam-jam hingga air surut atau mencari jalur alternatif yang jarak tempuhnya jauh lebih jauh dan memakan waktu.


Bagi warga yang nekat menerobos, risiko kerugian materil mengintai. Air laut yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan mesin dan mempercepat pengeroposan pada kerangka kendaraan.


"Kondisi ini sangat menyiksa. Kami kehilangan waktu dan biaya operasional yang membengkak karena akses utama kami 'ditelan' air laut hampir setiap hari," ujar salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi.


Aktivis Pemuda: Pejabat Jangan Hanya Pantau dari Balik Meja

Kondisi yang berlarut-larut ini memicu reaksi keras dari tokoh pemuda asal Kajang, Suandi Bali. Ia mengkritik lambannya respons pemerintah daerah dan meminta para pemangku kebijakan untuk meninjau langsung lokasi guna memahami urgensi permasalahan di lapangan.


"Kami menantang para pejabat terkait untuk hadir di lokasi saat air pasang, terutama di pagi atau sore hari. Jangan hanya melihat laporan di atas kertas. Turunlah ke jalan, lihat bagaimana nasib pedagang yang bertaruh nyawa dan kendaraan demi menyambung hidup," tegas Suandi.


Desakan kepada Legislator Dapil IV Kajang-Herlang

Selain pemerintah eksekutif, Suandi juga memberikan sorotan tajam kepada Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Kajang dan Herlang. Sebagai representasi rakyat, para legislator diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan solusi infrastruktur di wilayah konstituennya.


"Mana suara para wakil rakyat kami? Terkhusus anggota DPRD yang tinggal di Kajang, kami mendesak Anda untuk turun ke jalan dan memperjuangkan aspirasi ini. Masyarakat butuh solusi nyata, bukan sekadar janji. Jika akses ini dibiarkan lumpuh, ekonomi masyarakat Kajang akan terus terpuruk," tambahnya.


Hingga saat ini, warga masih menantikan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Adapun solusi teknis yang diharapkan meliputi:

  • Peninggian badan jalan agar tetap berada di atas permukaan air saat pasang tertinggi.
  • Pembangunan tanggul penahan ombak yang representatif di sepanjang titik rawan.
  • Pembangunan sistem drainase yang mampu mengalirkan luapan air kembali ke laut dengan cepat.

Warga berharap perbaikan infrastruktur ini menjadi prioritas dalam agenda pembangunan daerah demi mengembalikan stabilitas ekonomi dan sosial di Kecamatan Kajang.

×
Berita Terbaru Update