Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
kapasitas dan kompetensi kader dakwah Pemuda Muhammadiyah agar mampu
menyampaikan pesan-pesan Islam secara bijak, aktual, dan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat. Pelatihan ini terlaksana atas kolaborasi sejumlah pihak, sebagai bentuk komitmen
bersama dalam penguatan dakwah dan pembinaan umat.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah
Bulukumba, Amran, dalam
keterangannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar
Pemuda Muhammadiyah dalam menyiapkan dai dan daiyah yang tidak hanya memiliki
kemampuan retorika, tetapi juga pemahaman keislaman yang mendalam.
“Dakwah hari ini membutuhkan kesiapan ilmu,
akhlak, dan kemampuan membaca kondisi umat. Pelatihan ini diharapkan melahirkan
dai dan daiyah yang siap terjun ke tengah masyarakat,” ujar Amran.
Salah satu narasumber dalam pelatihan ini
adalah Abd. Halim Amsur, selaku penyuluh agama, yang membawakan materi Perhitungan Zakat. Dalam pemaparannya,
ia menekankan pentingnya pemahaman fikih zakat yang benar agar para dai mampu
memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
“Zakat bukan hanya ibadah personal, tetapi
juga instrumen sosial yang sangat penting. Dai harus paham perhitungannya agar
tidak terjadi kekeliruan di tengah umat,” jelas Abd. Halim Amsur.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Anggota DPRD
Bulukumba Dapil Bontobahari Bontotiro Dr. Supriadi dan sejumlah pimpinan
persyarikatan, di antaranya Ketua
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulukumba Ust. Yakin, Wakil Ketua PDM Muhajir dan Andi Safwan,
serta Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah
Bulukumba Hj. Banri Alang. Hadir pula Ketua Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Bontobahari beserta
Sekretarisnya, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kaderisasi
dakwah ini.
Pelatihan Dai Daiyah ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak
kader dakwah yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan
dakwah di era modern.



