
Langkah strategis ini sejalan dengan mandat pemerintah pusat yang mewajibkan alokasi minimal 20% Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif dalam memitigasi dampak perubahan iklim dan menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.
Fokus pada Produksi Nyata
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemandirian ekonomi masyarakatnya. Dalam forum Musrenbang Februari 2026, ia menekankan pentingnya sektor pertanian yang produktif sebagai fondasi utama.
"Ekonomi adalah variabel utama kemajuan. Infrastruktur hanya akan kokoh jika ditopang oleh stabilitas ekonomi masyarakat berbasis produksi nyata," tegas Bupati yang akrab disapa Andi Utta tersebut.
Tiga Urgensi di Wilayah Timur
Percepatan pencairan anggaran di wilayah timur Bulukumba (Kajang, Herlang, dan Bontotiro) dinilai krusial karena tiga faktor utama:
- Infrastruktur Air: Pembangunan sumur bor dan irigasi perpipaan untuk mengoptimalkan lahan tadah hujan di Kajang dan Herlang.
- Stabilitas Harga: Menjamin ketersediaan stok pangan desa menjelang siklus Ramadhan dan Idul Fitri 2026 guna menekan laju inflasi.
- Sinergi Cetak Sawah: Mendukung target Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mencetak 33.700 hektare sawah baru pada tahun ini.
Catatan Kritis: Berkaca pada Evaluasi 2025
Di tengah optimisme tersebut, suara kritis muncul dari aktivis lokal asal Kajang, Suandi Bali. Ia mengingatkan pemerintah desa agar tidak mengulangi kesalahan administratif dan teknis yang terjadi pada tahun anggaran 2025.
"Kami berharap tahap penganggaran tahun ini dimaksimalkan dengan pengawasan yang ketat. Jangan sampai mengulang rapor merah tahun 2025, di mana ditemukan pengadaan bibit yang tidak lengkap atau tidak memenuhi standar unggul Kementerian Pertanian," ujar Suandi.
Ia mendesak agar pemerintah desa di tiga kecamatan tersebut menjaga integritas, terutama dalam memilih rekanan penyedia bibit dan sarana produksi (saprodi).
Peta Jalan Implementasi Program
Untuk memastikan efektivitas anggaran, Suandi mengusulkan tiga langkah konkret yang harus diambil oleh Pemerintah Desa:
- Sertifikasi Bibit: Menjamin seluruh bantuan bibit memiliki sertifikasi resmi untuk memastikan hasil panen maksimal.
- Pendampingan Agraris: Melibatkan penyuluh pertanian secara aktif dalam mengawal distribusi bantuan hingga masa panen tiba.
- Transparansi Publik: Membuka akses informasi anggaran secara luas kepada warga guna mencegah praktik maladministrasi dan korupsi.
Menjadi Barometer Daerah
Keberhasilan desa-desa di Kajang, Herlang, dan Bontotiro dalam mengelola dana ini diprediksi akan menjadi barometer keberhasilan Bulukumba dalam mengendalikan inflasi daerah. Jika eksekusi di tingkat desa berjalan selaras dengan kebijakan bupati, Bulukumba berpeluang besar mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan terbaik di Sulawesi Selatan pada 2026. (Red/MSI)



