Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Satu Penumpang Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi, Tim DVI Polda Sulsel Terus Bekerja

Rabu, 21 Januari 2026 | 23.33 WIB Last Updated 2026-01-21T16:33:34Z


SIMPULINDONESIA.com_ MAKASSAR,– Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan resmi merilis hasil identifikasi satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (21/1/2026), tim Disaster Victim Identification (DVI) mengonfirmasi identitas korban melalui pencocokan data saintifik.

Konferensi pers tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H. Turut mendampingi sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. A. Nyoman Eddy Purnama Wirawan, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, serta tim ahli dari Pusident Bareskrim Polri dan Universitas Hasanuddin.

Proses Identifikasi Saintifik
Kapolda Sulsel menegaskan bahwa Polri memberikan dukungan penuh terhadap operasi kemanusiaan ini, baik dalam proses evakuasi di lapangan bersama Basarnas dan TNI, maupun dalam pembuktian identitas korban secara ilmiah (scientific identification).

"Hingga saat ini, tim gabungan telah mengevakuasi dua kantong jenazah. Berdasarkan pemeriksaan mendalam oleh tim DVI, satu jenazah telah berhasil diidentifikasi secara akurat," ujar Irjen Pol. Djuhandhani.

Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, memaparkan rincian teknis identifikasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Tim DVI gabungan telah melakukan rekonsiliasi antara data post-mortem (jenazah) dengan data ante-mortem (dari keluarga).

“Jenazah dengan nomor label PM 62 B.01 dinyatakan cocok dengan data antemortem nomor AM 004. Korban teridentifikasi atas nama Florensia Lolita Wibisono, usia 33 tahun,” ungkap dr. Haris.

Satu Jenazah Masih Proses Pendalaman
Terkait satu jenazah lainnya yang telah dievakuasi, Kapolda menyatakan bahwa tim medis masih bekerja ekstra untuk mendapatkan data pembanding yang valid. Proses identifikasi ini mengedepankan ketelitian tinggi guna menghindari kekeliruan.

“Identifikasi saintifik ini sangat krusial. Selain untuk memberikan kepastian kepada keluarga, hasil ini merupakan dokumen hukum penting bagi pemenuhan hak-hak korban, seperti asuransi dan administrasi negara lainnya,” pungkas Kapolda.

Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian di titik jatuh pesawat untuk mengevakuasi korban lainnya yang belum ditemukan.
×
Berita Terbaru Update