Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Niat Menolong Berujung Dianiaya, Pria di Kendari Jadi Korban Pengeroyokan Brutal

Jumat, 09 Januari 2026 | 06.35 WIB Last Updated 2026-01-08T23:35:31Z
Gambar : Kondisi korban pasca dikeroyok oleh sekelompok orang. (Foto/Kolase).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Seorang pria bernama Ferdin menjadi korban dugaan penganiayaan brutal yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok orang di sebuah rumah kost. Jumat (09/01/2026).


Rumah kost tersebut beralamat di Jalan Veteran, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. 


Diketahui peristiwa tersebut terjadi pada Senin (7/1/2026) dini hari.


Insiden bermula sekitar pukul 03.53 Wita, ketika Ferdin menerima panggilan dari rekannya, seorang perempuan bernama Fathin, yang meminta bantuan. 


Fathin mengaku panik karena seorang pria bernama Aldi dalam kondisi mabuk dan tertidur di depan kamar kostnya.


Menanggapi permintaan tersebut, Ferdin bersama rekannya, Oji, segera mendatangi kost Fathin di Kost Top, Jalan Veteran. 


Keduanya kemudian mengantar Aldi ke depan Karaoke Nav, lokasi tempat kakak Aldi berada. 


Setelah memastikan Aldi dijemput, Ferdin dan Oji kembali ke kost Fathin.


"Kita antar kerna posisinya dia tidak pakai kendaraan (jalan kaki) ke kos Fathin," ujar Ferdin saat dikonfirmasi, Kamis (08/01/2026).


Setibanya kembali di kost, Ferdin dan Oji bermaksud menenangkan Fathin yang masih mengalami syok atas kejadian sebelumnya. 


Namun situasi mendadak berubah tegang sekitar pukul 04.15 Wita, ketika seorang perempuan bernama Devi, yang disebut sebagai mantan pacar Aldi, mendatangi kamar kost tersebut.


Tak berselang lama, sekitar pukul 04.20 Wita, Aldi kembali ke lokasi bersama dua rekannya, yakni Azisul dan Risno, yang disebut sebagai kakak kandung Aldi.


Menurut pengakuan Ferdin, penganiayaan terjadi saat dirinya membuka pintu kamar untuk berbicara.


“Begitu pintu terbuka, Aldi langsung melompat dan memukul saya. Tidak berhenti di situ, Azisul ikut memukul dan mengenai wajah saya,” kata Ferdin.


Melihat keributan tersebut, Oji berusaha keluar kamar untuk melerai. 


Namun upaya tersebut justru berujung pada kekerasan. 


Oji disebut turut menjadi korban setelah dibanting oleh Aldi dan Azisul.


“Saya sempat menarik Azisul, tetapi mereka kembali membanting saya ke lantai dan memukul saya secara bersama-sama,” ungkap Ferdin.


Akibat peristiwa itu, Ferdin mengaku mengalami sejumlah luka fisik serta trauma psikologis. 


Merasa menjadi korban tindak pidana, ia kemudian melaporkan dugaan penganiayaan secara bersama-sama tersebut ke Polresta Kendari agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


“Saya berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini dan memberikan keadilan atas peristiwa kekerasan yang saya alami,”Pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update