
SIMPULINDONESIA.com_Gantarang -- Sebagai upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis, inklusif dan berkarakter, MTs Bontosunggu (Matsawibo) menggelar kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Rabu (21/1/2026) bertempat di Aula Madrasah.
Hadir sebagai narasumber utama, juga selaku Pengawas Bina Madrasah Nursinah
Mapparola, menyampaikan pentingnya penguatan pembelajaran berbasis Deep
Learning yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan
komunikatif di kalangan peserta didik.
“Kurikulum berbasis cinta merupakan bagian dari upaya
penguatan karakter untuk membentuk generasi madrasah yang unggul secara
intelektual, tapi juga memiliki rasa empati, akhlak dan kepedulian terhadap
lingkungan dan sesama makhluk”, ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, Hasrung, M.Pd.
beserta seluruh dewan guru MTs Bontosunggu.
Kepala Madrasah, Hasrung dalam sambutannya menegaskan untuk
segera menindaklanjuti hasil workshop kedalam program kerja termasuk penguatan
budaya belajar.
“Kami siap membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya
menumbuhkan kecerdasan akademik, tapi juga karakter dan spiritualitas peserta
didik yang sejalan dengan kurikulum ini, mari kita sama sama belajar dan
menyimak penjelasan dari pemateri”, tegasnya.
Rangkaian kegiatan workshop ini juga diisi dengan sesi
diskusi yang berlangsung dinamis, di mana para guru diajak untuk menganalisis
studi kasus serta menyusun rencana aksi penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.
Antusias dalam bertanya dan sebagai refleksi berbagi pengalaman, mengusulkan
berbagai inovasi yang dapat memperkuat praktik pembelajaran berbasis cinta.
Workshop ini diakhiri dengan komitmen bersama, sebagai
simbol kesiapan dan kesungguhan dalam menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis
Cinta di lingkungan MTs Bontosunggu. Juga diharap mampu menunjukkan komitmennya
dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga
menumbuhkan jiwa yang penuh kasih, empati dan berakhlak mulia.



