SIMPULINDONESIA.com, Bontobahari — Suasana haru mewarnai rapat perdana Kepala KUA Bontobahari, H. Ansar Mahdy, yang baru saja dilantik dan menggelar rapat perdana pada Jumat, 05 Desember 2025.
Di hadapan seluruh pegawai KUA, ia membuka pertemuan itu bukan dengan laporan kerja, melainkan dengan seruan doa untuk para korban bencana banjir besar yang melanda Sumatera Utara dan Aceh.
Dengan suara yang tenang namun penuh rasa empati, ia mengajak seluruh jajarannya untuk mengirimkan doa terbaik bagi saudara-saudara yang sedang ditimpa musibah.
"Mari kita doakan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana di sana. Bahkan jika perlu, kita laksanakan shalat ghaib secara serentak," ucapnya yang langsung membuat ruangan hening.
"Bahkan, yang bisa menggelar sebentar shalat ghaib usai shalat jumat. Saya sendiri sebentar khatib di Masjid Besar Fathul Yakin Tanahberu," katanya.
H. Ansar menyadari bahwa ajakan tersebut datang secara mendadak. Namun baginya, bencana tak pernah memilih waktu untuk datang, dan kepedulian pun tak boleh menunggu.
"Namanya juga bencana, datangnya tak disangka-sangka. Tapi apapun itu, kita punya tanggung jawab sosial untuk saling mendoakan," tambahnya.
Seruan ini bukan sekadar bentuk solidaritas spiritual, tetapi juga dorongan moral agar seluruh pegawai KUA Bontobahari tetap peka terhadap duka masyarakat di daerah lain. Banjir yang menghantam Sumatera Utara dan Aceh beberapa hari terakhir menyisakan penderitaan: rumah hanyut, keluarga terpisah, dan banyak warga yang masih dinyatakan hilang.
Di tengah rapat yang sejatinya membahas langkah kerja ke depan, suasana berubah menjadi momen refleksi. Beberapa pegawai tampak menunduk, larut dalam rasa iba kepada para korban di wilayah terdampak.
Rapat perdana ini akhirnya bukan hanya soal penyelarasan program, tetapi menjadi momentum awal kepemimpinan H. Ansar Mahdy yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kepekaan sosial. Sebuah pesan bahwa pelayanan publik bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang rasa, empati, dan doa yang mengalir tanpa batas wilayah.
Dibagian akhir, KUA Bontobahari akan mengkordinasikan menjadwalkan pelaksanaan shalat ghaib usai shalat jumat sebentar sebagai bentuk solidaritas nyata bagi para korban.


