Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Sinergi Warga dan Respons Cepat Damkar Polman Berhasil Jinakkan Kebakaran di Jalan Mangundang

Sabtu, 18 Juli 2026 | 17.05 WIB Last Updated 2026-07-18T10:05:59Z


SIMPULINDONESIA.com_POLEWALI MANDAR,- Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Mangundang, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, tepatnya di depan Hotel Polewali Indah, Jumat (17/7/2026) sore. Berkat laporan cepat warga dan koordinasi lintas instansi yang solid, amuk si jago merah berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas.

​Kecepatan Respons Menjadi Kunci

​Keberhasilan operasi pemadaman ini tidak lepas dari peran aktif warga setempat. Dua warga, Liani dan Ikawani, menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana dengan segera menghubungi petugas Damkar Polman melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp masing-masing pada pukul 16.58 WITA dan 17.00 WITA.

​Respons petugas Damkar terhadap laporan tersebut sangat sigap. Armada pemadam segera diberangkatkan tepat pukul 17.00 WITA dan berhasil tiba di lokasi kejadian pada pukul 17.07 WITA. Dengan response time hanya tujuh menit, tim pemadam berhasil melakukan tindakan krusial saat api mulai memasuki fase flash over—kondisi di mana api menyala serentak dan meluas dengan cepat.

​Sinergi Lintas Instansi

​Untuk menaklukkan kobaran api, UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman menerjunkan tiga unit armada dari Pos Induk Polewali. Upaya ini diperkuat dengan dukungan taktis dari satu unit armada Damkar milik TNI Kodim 1402 Polman serta satu unit mobil Water Cannon dari Korps Brimob.

​Kolaborasi ini membuahkan hasil optimal. Melalui penerapan metode penguraian dan lokalisasi api, kobaran besar berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 15 menit.

​Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, S.IP., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap literasi kebencanaan warga. Menurutnya, inisiatif pelaporan dini warga merupakan faktor penentu yang menyelamatkan banyak bangunan di sekitar lokasi, termasuk kediaman Ikawani.

​"Cuaca kemarau, embusan angin kencang, serta dominasi material bangunan yang didominasi kayu membuat api sangat cepat membesar. Namun, berkat sinergi lintas instansi di lapangan, kami berhasil melokalisir api agar tidak meluas lebih jauh," ujar Imran.

​Dugaan Penyebab dan Dampak Kerugian

​Berdasarkan data sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran atau ledakan tabung gas saat pemilik rumah sedang memasak. Kondisi cuaca panas dan angin kencang memperparah perambatan api di kawasan padat penduduk tersebut.

​Akibat musibah ini, dua unit rumah milik Wahida (55) dan Afda (22) mengalami rusak berat, sementara satu unit rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Meskipun tidak dilaporkan adanya korban jiwa, total kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

​Pihak Damkar Polman mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait instalasi listrik dan peralatan dapur, mengingat kondisi cuaca yang kering dan berisiko tinggi memicu kebakaran selama musim kemarau.


×
Berita Terbaru Update