Dalam arahannya di hadapan ratusan peserta didik baru, Iptu A. Umar Nur menekankan bahwa jenjang SMA bukan sekadar sarana pengejaran prestasi akademik, melainkan fase krusial dalam pembentukan karakter dan integritas moral.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Kapolsek Kajang adalah urgensi menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif. Ia memberikan peringatan keras terhadap praktik perundungan (bullying) dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, maupun psikis.
"Sekolah adalah rumah kedua bagi kalian. Jangan nodai masa depan dengan tindakan perundungan. Saling merangkul dan menghargai adalah kunci. Ingat, perundungan tidak hanya menyakiti korban, tetapi juga merusak masa depan pelaku serta mencoreng nama baik keluarga dan institusi pendidikan," tegas Iptu A. Umar Nur.
Selain menyoroti dinamika sosial di sekolah, Kapolsek Kajang juga memberikan edukasi mengenai kesadaran hukum, khususnya terkait etika berlalu lintas. Mengingat tingginya angka kecelakaan yang melibatkan remaja, ia mengimbau siswa untuk mengedepankan disiplin di jalan raya.
"Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Jadilah pelopor keselamatan. Patuhi aturan lalu lintas, gunakan helm standar, dan jangan memaksakan diri berkendara jika belum memenuhi syarat izin resmi. Keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada kecepatan," imbuhnya.
Menutup amanatnya, Iptu A. Umar Nur memberikan motivasi kepada para siswa baru agar menjadikan masa MPLS sebagai titik tolak untuk meraih mimpi dengan cara-cara yang positif. Ia berharap siswa dapat menjunjung tinggi disiplin dan rasa hormat kepada tenaga pendidik.
"Jadilah kebanggaan orang tua. Belajarlah dengan tekun dan jadikan disiplin sebagai napas dalam setiap langkah. Kalian adalah pemimpin masa depan; mulailah memimpin diri sendiri dengan perilaku terpuji sejak hari ini," tutupnya penuh optimisme.
Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan MPLS ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan diharapkan mampu memperkuat karakter siswa SMAN 18 Bulukumba agar tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi dan kepatuhan hukum yang kuat.(Red-Msi)

