Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Rumah Rembes, Retak, Developer Lepas Tangan, Warga Diminta Hati-Hati Jika Beli Rumah di BTN Baito Permai

Jumat, 22 Mei 2026 | 12.58 WIB Last Updated 2026-05-22T05:58:31Z

Gambar : Perumahan Baito Permai di Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Anawai Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari. (Foto/Ist).


KENDARI__SIMPULINDONESIA.COM,— Dugaan buruknya kualitas pembangunan Perumahan Baito Permai di Kota Kendari mulai terkuak ke publik. Jumat (22/05/2026).


Seorang warga, Asriani Ani, secara terbuka meluapkan kekecewaannya setelah rumah yang ia tempati disebut mengalami berbagai kerusakan serius, mulai dari rembes air hingga plafon retak yang nyaris roboh.


Perumahan tersebut berada di Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.


Keluhan Asriani Ani mencuat melalui unggahan di Facebook. 


Dalam pernyataannya, ia tidak hanya mengkritik kualitas bangunan, tetapi juga memperingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya sebelum membeli.


"BTN baito permai tidak ada yang beres, pembangunan pada rembes pada retak plafon sudah mau rubuh, jadi hati-hati kalau mau ambil BTN di BTN baito," ujarnya.


Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Asriani mengaku telah berulang kali melaporkan kerusakan yang terjadi kepada pihak pengembang. 


Namun, alih-alih mendapatkan perbaikan, ia hanya menerima janji tanpa realisasi.


"Buktinya saya cuma dijanji saja tidak ada yang datang perbaiki jangan percaya kalau mereka bilang kualitas bagus omong kosong itu. Banyak yang rusak, biar sudah lapor kiri kanan tidak ada dorang datang perbaiki," pungkasnya.


Sikap pengembang pun memicu tanda tanya. Saat dikonfirmasi, pihak marketing Perumahan Baito Permai, Muh. Amir, terkesan melempar tanggung jawab.


"Maaf untuk lebih jelasnya silahkan berhubung di kantor, kebijakan soal BTN itu dari kantor, saya di sini selaku marketing," kata Muh. Amir, Jumat (22/5/2026).


Upaya konfirmasi kepada pihak internal perumahan juga menemui jalan buntu. Hairil, yang disebut sebagai pihak terkait, memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan hingga berita ini ditayangkan.


Kasus ini membuka dugaan lebih luas soal pengawasan kualitas pembangunan perumahan bersubsidi maupun komersial di daerah. 


Ketika keluhan warga tak ditindaklanjuti dan pengembang memilih diam, muncul pertanyaan besar, siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan penghuni?


Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan teliti sebelum membeli rumah, terutama dalam memastikan kualitas bangunan dan rekam jejak pengembang. 


Di tengah maraknya pembangunan perumahan, kasus seperti ini menjadi peringatan keras bahwa hunian layak tidak boleh sekadar janji.

×
Berita Terbaru Update