Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Iklan

Redam Keresahan Publik, Lokasi Penggalian di Kajang Mulai Dibersihkan; Pengguna Jalan Diminta Tetap Waspada

Senin, 11 Mei 2026 | 04.50 WIB Last Updated 2026-05-10T22:05:20Z


SIMPULINDONESIA.com_ BULUKUMBA,– Menyikapi gelombang keluhan masyarakat yang kian liar di berbagai ruang publik, pihak pelaksana mulai melakukan langkah penanganan awal di lokasi penggalian yang sempat memicu kekhawatiran pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa situasi yang sebelumnya menjadi "bola panas" di platform digital, terutama di grup-grup WhatsApp warga, kini mulai mendapat perhatian serius. Sebelumnya, tak sedikit pengguna jalan yang mengaku waswas dan merasa keselamatan nyawanya terancam setiap kali melintasi jalur yang tertutup material tanah tersebut.


Tinjauan Langsung Aktivis dan Media

Demi memastikan keselamatan warga, pemuda aktivis  bersama tim media turun langsung meninjau lokasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian sosial guna mengawal proses pembenahan di lapangan.


Berdasarkan hasil pantauan, langkah awal berupa pembersihan badan jalan telah dilakukan. Aktivitas penggalian untuk sementara dihentikan dan fokus dialihkan pada pengerukan tanah yang menutupi aspal. Saat ini, akses jalan sudah mulai terlihat dan dapat dilalui kendaraan. Meski demikian, para pengguna jalan tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas terkhusus kendaraan roda dua.


Empati Warga Lokal

Iwan, salah seorang warga sekitar yang dikenal aktif memantau kondisi wilayahnya, menyatakan bahwa pembersihan ini merupakan upaya responsif atas keresahan yang ada.


​“Berdasarkan informasi dari pihak pelaksana, saat ini sudah masuk tahap pembersihan. Tanah yang menutup badan jalan sudah dikeruk, dan dalam beberapa hari ke depan alat berat akan dipindahkan sementara ke lokasi lain yang statusnya sama, untuk kopdes, namun katanya sudah masuk proses pembersihan akhir pada lahan. "ujar Iwan dengan nada empati.minggu (11/05/2026)


Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi mewakili warga sekitar atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Sebagai warga di sini, saya merasa bertanggung jawab secara moral untuk ikut memastikan proses pembersihan berjalan baik, agar kekhawatiran pengguna jalan bisa berkurang,” tambahnya.


 

Melalui media simpulindonesia.com, Suandi Bali menegaskan bahwa kehadiran di lokasi bersama rekan-rekan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang bertujuan menopang ekonomi masyarakat, salah satunya melalui kehadiran Koperasi Merah Putih di desa tersebut. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait prosedur keselamatan.


“Apapun bentuk aktivitasnya, apalagi demi kepentingan masyarakat luas, faktor keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas utama. Jangan sampai niat baik pembangunan justru mengancam nyawa pengguna jalan,” tegas Suandi.


'Sebagai warga Kajang, Apapun program pemerintah demi kepentingan masyarakat menyangkut kesejahteraan dan keselamatan bersama, tentu Suandi Bali secara pribadi tetap support itu. Tapi perlu juga dipahami keselamatan masyarakat tetap diutamakan 


Sebagai warga dan Aktivis yang punya rasa peduli dan empati, Beri sinyal positif dengan kondisi jalan yang sudah membaik dibandingkan beberapa hari lalu, namun ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar kegiatan berjalan lancar tanpa menciptakan rasa terancam di masyarakat.



Meski pembersihan telah dilakukan, Suandi tetap memantau kondisi jalan yang masih licin dilokasi tersebut karena belum dilakukan penyiraman secara menyeluruh.


"Semoga Tawaran Solusi dimana keterbatasan kebutuhan saat dilokasi yang menjadi dasar perlindungan untuk menepis tuntutan warga, kami menyarankan pihak penanggung jawab maupun pemerintah setempat untuk segera menjalin komunikasi resmi dengan pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Kecamatan Kajang.


“Ke depan, kami meminta agar ada permohonan resmi penggunaan armada Damkar untuk melakukan penyiraman rutin. Ini penting agar sisa-sisa tanah benar-benar bersih setiap hari selama proses penggalian berlangsung, sehingga jalan tidak licin dan membahayakan,” lanjutnya.


Dirinya juga berharap pihak pelaksana senantiasa mengedepankan tanggung jawab sosial dengan menjamin keamanan aset negara, terutama fungsi jalan sebagai urat nadi transportasi publik agar tetap dapat dilalui kendaraan tanpa adanya risiko kecelakaan yang mengancam masyarakat.


Publik Tunggu Klarifikasi Babinsa

Di sisi lain, perkembangan isu ini juga menyisir aspek komunikasi aparat di lapangan. Hingga saat ini, publik masih menaruh harapan besar adanya klarifikasi langsung dari Babinsa setempat. Hal ini menyusul adanya pernyataan sebelumnya yang menuai reaksi negatif karena dinilai kurang humanis dan minim empati sebagai aparat TNI yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat.


Publik berharap setiap langkah pembangunan tetap dibarengi dengan pendekatan komunikasi yang santun dan profesional dari seluruh pihak terkait .


Catatan redaksi

Berita ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga terkait keselamatan infrastruktur jalan. Redaksi berkomitmen mengawal isu ini hingga adanya solusi permanen terkait prosedur keselamatan kerja di lokasi pembangunan demi meminimalisir risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.


×
Berita Terbaru Update