SIMPULINDONESIA.com_Sinjai – Majelis Dai Muda (MDM) Sinjai menggelar rapat daring sebagai bagian dari persiapan pelantikan pengurus periode 2026–2030, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MDM Sinjai, Ust. Munawwirul Arif, bersama jajaran pengurus dan anggota yang akan mengemban amanah dakwah pada periode mendatang.
Kepada seluruh peserta rapat yang hadir, Ust Munawwirul menyampaikan bahwa pelantikan MDM Sinjai akan digelar pada Senin, 25 Mei 2026.
“Semoga dimudahkan hingga hari “H” bahkan sampai seterusnya,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum DPP MDM, Abd. Halim Amsur, menyampaikan sejumlah pesan motivatif yang menjadi nutrisi mental bagi para dai muda. Ia menegaskan bahwa keberadaan MDM bukan sekadar organisasi, melainkan sarana untuk memperkuat ukhuwah dan kolaborasi dalam perjuangan dakwah.
“Melalui MDM, kita membangun wasilah kolaborasi. MDM hadir sebagai wadah dakwah yang mengedepankan semangat bersanding, bukan bertanding. Dakwah akan semakin kuat jika dibangun dengan kebersamaan dan saling mendukung,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap ide, gagasan, tenaga, dan waktu yang dicurahkan dalam aktivitas dakwah pada hakikatnya merupakan karunia Allah SWT. Tidak ada ruang untuk merasa paling hebat, sebab siapa pun yang diberi kesempatan berkontribusi sejatinya sedang dipilih Allah untuk menjadi bagian dari perjuangan agama-Nya.
“Siapa pun yang terlibat menyumbangkan ide dan pikiran bukan karena dirinya hebat, tetapi karena Allah yang berkehendak menggunakan pikiran dan tenaganya untuk kepentingan dakwah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Abd. Halim menjelaskan bahwa MDM hanyalah sebuah wadah dan memiliki batas periode kepengurusan. Namun demikian, semangat dakwah tidak boleh ikut berhenti ketika masa kepengurusan berakhir.
“Persoalan MDM hanyalah durasi dan wadah. Boleh saja suatu saat sebuah organisasi mengalami pasang surut, tetapi dakwah tidak boleh berhenti. Amanah menyampaikan kebaikan harus terus berjalan dalam kondisi apa pun,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga keikhlasan dalam beramal. Menurutnya, tidak semua kontribusi harus diketahui banyak orang atau mendapatkan apresiasi secara langsung. Ketika sebuah kebaikan tidak disebutkan atau tidak memperoleh ucapan terima kasih secara terbuka, seorang dai hendaknya tetap berprasangka baik kepada Allah SWT.
“Jika suatu saat merasa tidak disebut atau tidak mendapatkan apresiasi, maka bersangka baiklah kepada Allah. Bisa jadi Allah sedang menyembunyikan amal tersebut agar menjadi lebih bernilai di sisi-Nya. Jangan sampai kita merasa paling berjasa dalam perjuangan dakwah,” pesannya.
Menutup arahannya, Abd. Halim mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan berbagai lembaga dan komunitas Islam. Menurutnya, MDM harus menjadi pelopor persatuan dan sinergi, bukan sebaliknya.
“Menjaga MDM bukan berarti menjauh atau merusak hubungan dengan lembaga lain. Mari menjadi pelopor semangat bersanding, membangun kolaborasi, saling menguatkan, dan bersama-sama menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat,” tutupnya.
Rapat daring tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Selain membahas teknis pelantikan pengurus periode 2026–2030, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan visi dakwah agar MDM Sinjai semakin mampu melahirkan dai-dai muda yang berilmu, berakhlak, kolaboratif, dan siap melayani umat dengan penuh keikhlasan.

